Rupiah Terapresiasi ke Rp17.957 per Dolar AS Jelang Rilis PDB

Smallest Font
Largest Font

Nilai tukar rupiah terapresiasi sebesar 0,32 persen ke posisi Rp17.957 per dolar AS pada pembukaan perdagangan Rabu (5/8/2026) pagi. Penguatan ini terjadi saat pasar menantikan pengumuman data pertumbuhan ekonomi kuartal II-2026 oleh BPS.

Pergerakan positif mata uang Garuda ini terjadi setelah pada perdagangan Selasa (4/8/2026) sempat melemah 0,19 persen ke level Rp18.015 per dolar AS, dengan titik terendah harian mencapai Rp18.045 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) menguat tipis 0,03 persen ke posisi 99,887 pada pukul 09.00 WIB.

Berdasarkan konsensus CNBC Indonesia dari 15 lembaga, PDB Indonesia diperkirakan tumbuh 5,12 persen secara tahunan (yoy) dan 3,56 persen secara kuartalan (qtq). Angka ini melambat dari kuartal I-2026 yang tumbuh 5,61 persen yoy, namun setara dengan realisasi kuartal II-2025.

Proyeksi sedikit lebih tinggi disampaikan oleh lembaga perbankan BUMN melalui riset resminya terkait estimasi laju PDB nasional.

"Kami memperkirakan pertumbuhan PDB Indonesia melambat menjadi 5,20% yoy pada kuartal II-2026, turun dari 5,61% yoy pada kuartal I-2026, tetapi masih lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 5,12% yoy pada kuartal II-2025," tulis Office of Chief Economist Bank Mandiri dalam risetnya.

Sentimen positif pasar juga dipengaruhi kabar geopolitik AS-Iran yang menurunkan harga minyak mentah AS sebesar 5,7 persen. Hal tersebut berpotensi menekan inflasi global serta mengurangi beban impor energi Indonesia.

Selain itu, penurunan data lowongan kerja AS periode Juni menekan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September pun merosot dari 68 persen menjadi 59 persen.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed