Rupiah Melemah Terhadap Dolar AS di Pembukaan Perdagangan

Smallest Font
Largest Font

Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat pada pembukaan perdagangan Rabu, 2 September 2026, di pasar spot exchange. Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.05 WIB, rupiah dibuka pada level Rp 17.774 per dolar AS atau melemah 30 poin (0,17%). Pada Selasa (1/9/2026), rupiah ditutup melemah 22 poin (0,12%) di level Rp 17.744 per dolar AS, dilansir dari Investor Daily. Kondisi ini dipicu oleh memanasnya konflik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak dan memicu kekhawatiran inflasi, sehingga dolar AS bertahan kuat.

Dolar AS juga semakin menarik sebagai aset safe-haven karena kenaikan imbal hasil obligasi Treasury dan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve.

Indeks dolar AS berada di level 99,67, sementara yen Jepang stabil di level 160,21 per dolar AS. Kewaspadaan terhadap situasi Timur Tengah diperlukan, ujar Kumiko Ishikawa, analis valuta asing senior di Sony Financial Group.

"Kewaspadaan terus-menerus diperlukan terkait situasi di Timur Tengah saat ini," ujar Kumiko Ishikawa. Sementara itu, dolar Selandia Baru melemah sedikit ke level $0,5889 per dolar AS menjelang keputusan kebijakan Reserve Bank of New Zealand yang diperkirakan menaikkan suku bunga menjadi 2,75%.

Poundsterling Inggris turun tipis 0,04% menjadi $1,3509 per dolar AS, sedangkan dolar Australia stabil di level $0,7143 per dolar AS.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed