Rupiah Melemah ke Rp17.744 per Dolar AS Akibat Sentimen Geopolitik

Smallest Font
Largest Font

Nilai tukar rupiah ditutup melemah 22 poin ke level Rp17.744 per dolar AS pada perdagangan Selasa, 1 September 2026. Pelemahan ini terjadi di tengah meningkatnya tensi geopolitik Timur Tengah serta ekspektasi kenaikan suku bunga Bank Sentral AS.

Kondisi pasar keuangan domestik tersebut berbalik arah setelah pada penutupan perdagangan Agustus 2026, rupiah sempat mencatatkan penguatan bulanan sebesar 1,56 persen ke posisi Rp17.710 per dolar AS. Penguatan di bulan Agustus tersebut disokong oleh melandainya indeks dolar AS serta kepastian kepemimpinan di Bank Indonesia setelah Destry Damayanti disetujui Komisi XI DPR sebagai Gubernur BI.

Namun, memanasnya hubungan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran kembali memicu kekhawatiran pelaku pasar global terhadap pasokan energi dunia.

"Ketegangan meningkat setelah Presiden AS Donald Trump mengancam melancarkan serangan lanjutan terhadap Iran. Kondisi tersebut terjadi setelah Iran dan AS terlibat saling serang secara langsung untuk pertama kalinya dalam sebulan terakhir," ujar Ibrahim Assuabi, Pengamat mata uang dan komoditas.

Risiko penutupan Selat Hormuz yang mengangkut seperlima pasokan minyak dunia menjadi ancaman serius bagi stabilitas ekonomi negara berkembang.

Selain faktor geopolitik, pidato Ketua The Fed Kevin Warsh dalam simposium Jackson Hole memberikan sinyal hawkish yang meningkatkan probabilitas kenaikan suku bunga AS pada September menjadi 66 persen berdasarkan CME FedWatch.

"Sentimen negatif bagi rupiah muncul karena perubahan ekspektasi tersebut. Kenaikan suku bunga The Fed berpotensi meningkatkan daya tarik aset berdenominasi dolar AS sehingga memicu aliran modal keluar dari pasar negara berkembang," kata Ibrahim Assuabi.

Tekanan terhadap mata uang Garuda makin diperberat oleh kondisi ekonomi domestik, di mana PMI Manufaktur Indonesia bulan Agustus 2026 tercatat masuk ke zona kontraksi di level 49,8 akibat penurunan output serta penyerapan tenaga kerja.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed