Bank Indonesia Terapkan Berbagai Strategi Guna Jaga Stabilitas Rupiah
Bank Indonesia mengerahkan seluruh instrumen kebijakan untuk menstabilkan nilai tukar rupiah yang menembus level psikologis Rp18.000 per dolar Amerika Serikat akibat tekanan eksternal dari kebijakan moneter Federal Reserve.
Langkah penanganan ini diwujudkan melalui intervensi pasar 24 jam oleh Bank Indonesia pada pasar spot, pasar forward, koordinasi lintas lembaga, hingga penyesuaian remunerasi dana pemerintah.
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengambil langkah strategis dengan mempertahankan suku bunga acuan serta meningkatkan remunerasi bagi dana pemerintah di bank sentral demi mengompensasi beban bunga Surat Berharga Negara.
Meskipun volatilitas meningkat, rapat koordinasi antara DPR RI, Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, dan Dewan Ekonomi Nasional memastikan fundamental ekonomi domestik, termasuk tingkat inflasi dan defisit APBN, tetap terjaga dalam batas aman.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso menjelaskan bahwa gejolak pasar dipicu oleh sikap bank sentral Amerika Serikat yang menolak menurunkan suku bunga acuan.
"Kombinasi sinyal hawkish pejabat The Fed dan menguatnya DXY ke level tertinggi dalam satu tahun terakhir membuat mata uang sejumlah ne..." kata Ramdan Denny Prakoso, Direktur Executif Departemen Komunikasi Bank Indonesia.
Tekanan ini direspons oleh Bank Indonesia dengan memperkuat bauran kebijakan moneter serta memastikan kehadiran bank sentral secara penuh di berbagai lini transaksi keuangan.
"Bank Indonesia tidak akan tinggal diam. Bank Indonesia seperti biasa akan all out untuk bagaimana menjaga rupiah itu tetap stabil dengan kecenderungan menguat," ujar Ramdan Denny Prakoso, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI.
Indeks dolar Amerika Serikat tercatat melonjak dari level 95 pada awal tahun menjadi 101 pada akhir Juni yang kemudian menekan pergerakan mata uang negara berkembang.
"Jadi, sinyal hawkish itu mengindikasikan bagaimana suku bunga Fed Fund Rate di masa-masa yang akan datang, terutama tahun ini, yang memang probability-nya adalah tidak lagi turun tetapi akan naik," ujar Ramdan Denny Prakoso, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi.
Guna menghadapi kedinamisan pasar tersebut, Bank Indonesia berkomitmen melakukan pengawasan dan intervensi secara berkelanjutan hingga akhir tahun.
"(Dalam) 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan bahkan akhir tahun itu kan perkembangannya tidak statis. Perkembangannya lebih dinamis. Oleh sebab itu yang saya sampaikan tadi bahwa Bank Indonesia All Out akan terus berada di pasar untuk memberikan jaminan bahwa Rupiah itu tetap akan stabil dan secara perlahan kita akan membuat Rupiah itu membangun," tambah Ramdan Denny Prakoso, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi.
Di sisi lain, pengendalian harga di dalam negeri juga menjadi fokus utama pemerintah dan bank sentral melalui penguatan ketahanan pangan dan pemantauan tarif komoditas global.
"Kami terus berkoordinasi pusat dan daerah menjaga inflasi karena harga global naik," kata Perry Warjiyo, Gubernur BI.
Kerja sama operasional ini didukung pula dengan peningkatan imbal hasil bagi simpanan pemerintah yang ditempatkan di bank sentral untuk menstimulus aliran modal asing masuk.
"Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mempertahankan suku bunga di tengah tekanan rupiah yang melemah terhadap dolar AS. Keputusan ini mencerminkan strateg" tulis bernas.id.
Sebelumnya, BI menerapkan aturan pemberian remunerasi kepada pemerintah sebesar 80 persen dari BI Rate sebelum diputuskan untuk dinaikkan ke level yang lebih tinggi.
"Hari ini kami mengadakan rapat koordinasi untuk pertumbuhan ekonomi sekaligus juga rapat untuk mitigasi beberapa hal yang terjadi belakangan ini," ujar Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua DPR RI.
Evaluasi berkala terhadap dampak gejolak global terhadap daya beli masyarakat terus dijalankan oleh kementerian lembaga terkait secara terpadu.
"Yang paling penting adalah menjaga stabilitas makroekonomi dalam jangka pendek karena dampak ketianyataan global sudah mulai terasa terhadap inflasi dan daya beli masyarakat," kata Mari Elka Pangestu, Wakil Ketua DEN.
Hingga akhir Juni, bauran kebijakan moneter ini berhasil menarik arus modal asing masuk senilai USD9 miliar ke instrumen domestik dengan dukungan likuiditas operasi moneter mencapai Rp1.000 triliun.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow