Rendy Kjaernett Ungkap Kenangan Dampingi Ibu Mertua Sebelum Meninggal
Aktor Rendy Kjaernett membagikan kenangan mendalam saat mendampingi ibu mertuanya, Rima Sania Pontoh, menjalani perawatan akibat penyakit komplikasi hingga mengembuskan napas terakhir di Tambun, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (27/8/2026), dilansir dari Detik Hot.
Rendy mengagumi ketangguhan Rima yang tidak pernah mengeluh meski mengidap penyakit berat. Kondisi kesehatan sang mertua sempat memburuk pascaoperasi hingga mengalami komplikasi.
"Kalau nemenin sih, bener-bener sama... sama kayak Lady, dikarenakan sama-sama yang bareng-bareng. Sama kayak Lady, jadi kayak salut terutama tuh melihat Mama tuh gak pernah ngeluh sakit. Mama juga... kita tahu Mama sakitnya tuh cukup, cukup parah ya. Maksudnya penyakit berat gitu," kata Rendy Kjaernett.
Perubahan kondisi fisik Rima membuat pihak keluarga terus berkoordinasi secara intensif melalui pesan singkat untuk memantau perkembangannya.
"Tapi Mama tuh dari operasi, terus tiba-tiba relapse lagi, terus tiba-tiba ada komplikasi ke mana-mana lagi, itu Mama tuh kalau sakit dia cuma bilang, 'Di, Mama lagi sakit'. Dia WhatsApp Lady gitu. 'Mama gak bisa ini, gak bisa ini'. Mama bilang, 'Mama lagi sakit nih', gitu," tutur Rendy Kjaernett.
Krisis kesehatan terberat terjadi dalam satu bulan terakhir ketika kondisi Rima mendadak menurun drastis pada dini hari sehingga harus dilarikan ke instalasi gawat darurat.
"Pikirnya awalnya kita pas Mama WhatsApp Lady... waktu mekah tuh kalau gak salah jam 02.00 pagi atau jam 01.00, kita kaget. 'Abang, ya udah bawa ke rumah sakit, masuk IGD'. Waktu itu kondisinya Mama cukup, cukup parah," ujar Rendy Kjaernett.
Hasil pemeriksaan medis menunjukkan penurunan signifikan pada kondisi fisik dan laboratorium sang mertua selama penanganan darurat.
"Udah demam, terus juga trombositnya turun semua. HB-nya, iya. HB-nya juga turun semuanya. Terus akhirnya sampai... ya udah, Mama dirawat tuh 3 hari," lanjut Rendy Kjaernett.
Keterbatasan ruang Intensive Care Unit (ICU) membuat Rima akhirnya dirawat di ruang biasa menggunakan bantuan alat ventilator hingga seluruh keluarga berkumpul.
"Kalau mama saya di ICU dan mama saya harus pergi, kita semua gak ada di sebelahnya gitu. Tapi mama saya pakai ventilator di ruang rawat biasa. Kita semuanya ada, sampai hembusan napas terakhir. Itu sih," sambung Rendy Kjaernett.
Kehadiran seluruh anggota keluarga di momen-momen terakhir menjadi penghiburan tersendiri bagi pihak keluarga yang ditinggalkan.
"Itu yang aku sama Lady tuh bersyukurnya. Tuhan baik banget sama Mama dan aku tuh percaya gitu lho, semua... karena semua yang aku lihat tuh semua yang Mama mau tuh ada," ungkap Rendy Kjaernett.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow