Pupuk Kaltim Siap Pengoperasian Penuh Ammonia Pabrik-2
PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) bersiap mengoperasikan secara penuh Ammonia Pabrik-2 dalam waktu dekat, seperti dikutip dari Detik Finance. Kepastian operasional ini didapatkan seusai perusahaan menyelesaikan seluruh tahapan pengujian kinerja fasilitas produksi selama 168 jam berturut-turut.
Pelaksanaan proyek revamping tersebut berdampak positif pada penurunan konsumsi energi dari angka 39,28 MMBTU per ton amonia menjadi 35,25 MMBTU per ton amonia. Berkat efisiensi energi sebesar 4,03 MMBTU itu, penghematan biaya produksi diperkirakan mencapai US$ 14,3 juta atau setara Rp 228 miliar setiap tahunnya.
Pengoperasian penuh ini menjadi modal penting bagi perusahaan untuk memperkuat keandalan pasokan pupuk nasional, mendorong dekarbonisasi industri, serta meningkatkan efisiensi operasional.
Direktur Utama Pupuk Kaltim Rafli Yandra menegaskan bahwa penyelesaian pengujian kinerja menandai kesiapan pabrik melangkah ke fase operasional secara utuh. Strategi tersebut memuat wujud nyata dari operational excellence yang berfokus pada keberlanjutan.
"Kami tidak hanya memastikan Ammonia Pabrik-2 kembali beroperasi, tetapi juga menghadirkan kinerja fasilitas produksi yang lebih efisien dan andal. Hasil pengujian kinerja selama 168 jam menunjukkan bahwa seluruh parameter operasional berhasil dipenuhi secara optimal," ujar Rafli.
"Keberhasilan ini memperkuat daya saing Pupuk Kaltim sekaligus menegaskan komitmen kami dalam mendukung ketahanan pangan nasional," sambungnya.
Efisiensi energi tersebut juga memberikan manfaat lingkungan berupa pengurangan emisi karbon sebesar 110.000 ton CO2 per tahun. Langkah ini mendukung pencapaian target Net Zero Emission (NZE) perusahaan.
Kapasitas produksi amonia turut mengalami lonjakan. Selama durasi pengujian, Ammonia Pabrik-2 mampu memproduksi rata-rata 1.841 ton amonia per hari, meningkat 4,18% dibanding kapasitas awal sebesar 1.767 ton per hari. Output ini langsung menyokong ketersediaan bahan baku utama urea.
Proses modernisasi Ammonia Pabrik-2 memperbarui sejumlah teknologi penting, seperti CO2 removal system, ammonia converter, dan shift converter. Penggunaan Distributed Control System (DCS) memungkinkan pemantauan otomatis berbasis digital secara real-time untuk mencegah potensi gangguan.
Proyek revamping yang diresmikan pada Januari 2026 ini berlandaskan Peraturan Presiden Nomor 113 Tahun 2025 tentang revitalisasi industri pupuk nasional. Fasilitas ini kemudian menjalani serangkaian penyesuaian operasional hingga mencapai efisiensi puncak pada Agustus 2026.
Penyelesaian proyek ini menjadi yang pertama dari tujuh program revitalisasi Pupuk Indonesia Group selama lima tahun ke depan. Ke depan, Pupuk Kaltim juga menyiapkan proyek lain seperti pembangunan Pabrik Soda Ash di Bontang dan kawasan industri pupuk baru.
"Ke depan, bersamaan dengan proyek strategis lain seperti pembangunan Pabrik Soda Ash di Bontang dan pengembangan kawasan industri pupuk baru, Pupuk Kaltim akan terus meningkatkan efisiensi dan keandalan operasi, sekaligus memperkuat kontribusinya dalam menjaga ketersediaan pupuk dan mendukung ketahanan pangan nasional," pungkasnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow