Indonesia Ekspor 1.000 Ton Beras Premium ke Malaysia
Pemerintah Indonesia resmi memulai langkah ekspor 1.000 ton beras premium ke Malaysia setelah menandatangani nota kesepahaman dengan pihak Malaysia pada Selasa (1/9/2026), sebagaimana dilansir dari Detik Finance.
Kesepakatan awal ini membuka peluang perluasan volume pengiriman beras ke negeri jiran tersebut hingga mencapai 200.000 ton dengan total estimasi nilai transaksi sebesar Rp 3,4 triliun.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, menilai pengiriman beras tahap awal ini menandai sinyal positif bagi penguatan sektor pangan nasional di tengah pemenuhan pasar domestik.
"Dengan perkiraan konsumsi domestik sekitar 31 juta ton pada 2026, peningkatan produksi tersebut memberikan fondasi yang lebih kuat bagi ketahanan pangan sekaligus membuka peluang pasar ekspor," ujar Qodari dalam keterangannya, Selasa (1/9/2026).
Berdasarkan proyeksi Food and Agriculture Organization (FAO), volume produksi beras nasional periode 2026/2027 diproyeksikan menyentuh angka 38,6 juta ton, mengalami kenaikan sebesar 4,6 juta ton dari capaian 34 juta ton pada periode 2024/2025. Data FAO menempatkan posisi Indonesia sebagai produsen beras terbesar keempat global di bawah India, Tiongkok, dan Bangladesh.
"Pemerintah memastikan ekspor beras ke Malaysia tidak akan mengganggu pemenuhan kebutuhan beras masyarakat Indonesia. Pemerintah tetap mengutamakan kecukupan stok dan stabilitas pangan nasional," tegas Qodari.
Saat ini ketersediaan cadangan beras nasional yang tercatat mencapai 5,2 juta ton diproyeksikan mampu menjaga ketahanan pasokan pangan dalam negeri hingga Mei 2027.
"Di usia 81 tahun kemerdekaan, dari ketahanan pangan, kita membangun kesejahteraan petani dan mewujudkan Indonesia yang semakin berdaulat, adil, dan makmur," tutup Qodari.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow