PT Berlina Tbk Lakukan Rights Issue dan Terbitkan Waran Seri I untuk Lunasi Utang
PT Berlina Tbk (BRNA) menggelar dua aksi sekaligus, yaitu rights issue dan penerbitan Waran Seri I, yang telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 5 Agustus 2026, dilansir dari Investor Daily.
Melalui rights issue, BRNA akan menerbitkan 543.950.000 saham baru seharga Rp685 per saham dengan potensi dana Rp372,6 miliar. Dana ini akan digunakan untuk melunasi utang pokok sebesar Rp264,3 miliar kepada pengendali PT Dwi Satrya Utama (DSU) dan sisanya untuk modal kerja seperti pembelian bahan baku, biaya pengiriman, tenaga kerja, sewa, serta pemeliharaan.
Pemegang saham yang tercatat pada 5 Oktober 2026 berhak mendapatkan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) dengan ketentuan 9 saham lama memperoleh 5 HMETD dan setiap HMETD dapat membeli 1 saham baru.
Bersamaan dengan rights issue, BRNA juga menerbitkan 181.316.667 lembar Waran Seri I sebagai insentif bagi pemegang saham baru yang melaksanakan haknya.
Manajemen menjelaskan, "Waran Seri I ini diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi pemegang saham baru yang melaksanakan haknya dalam PMHMETD III," ujar manajemen BRNA.
Waran Seri I memberikan hak membeli saham baru seharga Rp800 selama periode 7 April 2027 hingga 8 Oktober 2029, namun pemegang waran belum memiliki hak dividen hingga waran dijadikan saham.
Manajemen menambahkan, "Apabila Waran Seri I tidak dilaksanakan sampai habis masa berlakunya, maka Waran Seri I kadaluarsa, tidak bernilai dan tidak berlaku dan masa berlaku Waran Seri I tidak dapat diperpanjang lagi. Total hasil pelaksanaan Waran Seri I sebanyak Rp145.053.333.600," tambah manajemen.
DSU sebagai pengendali dengan kepemilikan 54,57% saham akan melaksanakan haknya melalui kompensasi utang menjadi saham, sementara pemegang saham lain akan membayar secara tunai.
Manajemen menyatakan, "Dengan demikian, seluruh pelaksanaan HMETD oleh DSU akan dilakukan melalui kompensasi (set-off) atas pokok utang Berlina kepada DSU sehingga secara efektif merupakan konversi utang menjadi penyertaan modal dalam perseroan," ujar manajemen.
DSU juga siap menjadi pembeli siaga dengan mengambil sisa saham sebanyak 43.067.765 lembar senilai Rp29,5 miliar jika masih ada sisa saham setelah pelaksanaan HMETD.
Periode perdagangan dan pelaksanaan HMETD dijadwalkan pada 7 hingga 14 Oktober 2026, dengan tanggal terakhir perdagangan saham dengan HMETD pada 1 Oktober 2026 untuk pasar reguler dan negosiasi serta 5 Oktober 2026 untuk pasar tunai. Sementara perdagangan tanpa HMETD dimulai 2 Oktober 2026 untuk pasar reguler dan negosiasi serta 6 Oktober 2026 untuk pasar tunai. Tanggal terakhir pembayaran pemesanan adalah 16 Oktober 2026 dan penjatahan pemesanan tambahan pada 21 Oktober 2026.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow