Harta Djaya Karya Naikkan Modal Dasar Jadi Rp208,65 Miliar
Pemegang saham PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) menyetujui peningkatan modal dasar perseroan dari Rp100 miliar menjadi Rp208,64 miliar atau Rp208,65 miliar dalam RUPSLB pada 21 Agustus 2026. Keputusan ini menjadi landasan persiapan aksi korporasi berikutnya di Jakarta.
Langkah tersebut memperkuat agenda transformasi emiten desain interior dan furnitur ini untuk mengubah kegiatan usaha menjadi perusahaan induk. Selain itu, perseroan bersiap menggelar Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue terkait rencana akuisisi PT Trimata Coal Perkasa (TCP).
Manajemen MEJA membidik seluruh rangkaian proses perubahan kegiatan usaha, persetujuan akuisisi TCP, dan pelaksanaan rights issue dapat rampung pada kuartal IV-2026. Target ini memperhitungkan penggunaan Laporan Keuangan Auditan per 30 Juni 2026, penyelesaian valuasi, uji tuntas, serta pemenuhan regulasi pasar modal.
"Persetujuan peningkatan modal dasar dalam RUPSLB merupakan salah satu tahapan penting bagi perseroan untuk melanjutkan agenda transformasi yang telah dipersiapkan. Fokus berikutnya adalah menyelesaikan seluruh proses dan dokumen yang diperlukan untuk perubahan kegiatan usaha, rights issue, serta rencana akuisisi TCP," ujar Manajemen MEJA.
Sesuai keterbukaan informasi sebelumnya, perseroan memberikan indikasi awal harga pelaksanaan rights issue pada rentang Rp450 hingga Rp550 per saham. Penetapan harga final nantinya bakal mempertimbangkan hasil valuasi independen, kondisi pasar, dan keputusan final struktur transaksi.
"Persetujuan peningkatan modal dasar tersebut merupakan salah satu tahapan yang diperlukan Perseroan dalam mempersiapkan dan melanjutkan rencana transformasi serta aksi korporasi Perseroan," sebagaimana dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia.
"Perseroan berkomitmen untuk terus menyampaikan perkembangan material mengenai proses rights issue, perubahan kegiatan usaha dan rencana akuisisi TCP kepada pemegang saham dan masyarakat sesuai dengan ketentuan pasar modal," ujar Manajemen MEJA.
Rencana pengambilalihan TCP dirancang untuk memperluas portofolio investasi MEJA. Transformasi menjadi holding company diharapkan memberi fleksibilitas lebih besar dalam mengelola anak perusahaan di sektor yang memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang.
Setelah mengantongi restu kenaikan modal dasar, perseroan kini menyiapkan RUPSLB berikutnya. Agenda RUPSLB lanjutan tersebut akan meminta persetujuan pemodal mengenai perubahan kegiatan usaha menjadi perusahaan induk, pelaksanaan rights issue, dan rencana akuisisi TCP.
Pergerakan saham MEJA mencatatkan kenaikan 3,39 persen ke posisi Rp122 per saham pada penutupan sesi I per 26 Agustus 2026, dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp318,19 miliar. Dalam kurun waktu sebulan terakhir, harga saham MEJA tercatat menguat hingga 25 persen.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow