Ahli Proyeksi Harga Emas Dunia Naik Dipicu Konflik Timur Tengah dan Kebijakan AS

Smallest Font
Largest Font

Harga emas dunia berpotensi naik di atas level US$ 4.300 per troy ounce, meski masih ada risiko penurunan yang membayangi, menurut proyeksi para ahli, dilansir dari Investor Daily.

Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, menyatakan harga emas dalam sepekan ke depan dipengaruhi sentimen konflik di Timur Tengah dan kebijakan bank sentral Amerika Serikat.

"Harga emas dunia dalam satu minggu ke depan range-nya adalah US$ 4.151 per troy ounce, kemudian resistance-nya adalah US$ 4.493 per troy ounce," ujar Ibrahim pada Minggu (9/8/2026).

Untuk hari Senin (10/8/2026), Ibrahim memprediksi support harga emas di US$ 4.279 per troy ounce dan resistance di US$ 4.405 per troy ounce.

Ibrahim menyoroti bahwa harga emas dipengaruhi oleh geopolitik, terutama kesepakatan Iran dengan Oman terkait pengendalian Selat Hormuz yang kemungkinan segera tercapai, meski Iran juga melakukan serangan terhadap kapal Uni Emirat Arab di wilayah tersebut.

"Pertama, (harga emas) dipengaruhi masalah geopolitik di mana adanya kesepakatan Iran dengan Oman mengenai pengendalian Selat Hormuz yang kemungkinan besar akan segera tercapai satu kesepakatan. Perkembangan ini pun juga dilaporkan ke Amerika Serikat. Walaupun secara bersamaan Iran melakukan penyerangan terhadap kapal-kapal Uni Emirat Arab di wilayah Selat Hormuz," ujar Ibrahim.

Sentimen geopolitik di Timur Tengah masih dominan di pasar, selain konflik di Eropa Timur di mana Rusia terus menyerang ibu kota Ukraina, Kyiv.

Dari sisi kebijakan Federal Reserve, arah harga emas dipengaruhi data ekonomi AS yang positif, seperti penurunan pengangguran sebesar 23.000 pada Juli, yang memberi ruang untuk mempertahankan suku bunga pada September mendatang.

"Ekspektasi para analis bahwa kenaikan suku bunga mengalami penurunan di 40% di bulan September. Bisa saja saat harga minyak mengalami penurunan hingga ke level di bawah US$ 60 akan membuat inflasi di Amerika kembali mengalami penurunan," kata Ibrahim.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed