Pramono Anung Tolak Jelaskan Tawaran Kerja untuk Anak Korban Kericuhan Jakarta

Smallest Font
Largest Font

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung enggan menjelaskan tentang tawaran pekerjaan yang disampaikannya kepada anak Bambang Setiyawan, korban tewas dalam kericuhan aksi massa di Jalan Pejompongan Raya, Jakarta Pusat.

Menurut Pramono, pertemuan dengan keluarga Bambang merupakan urusan pribadi yang tidak ia ungkapkan ke publik.

"Karena itu bersifat pribadi, personal, saya tidak jawab. Karena memang saya tidak pernah membuat statement ke publik apa pun tentang ketika saya melayat," kata Pramono saat ditemui di Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (31/8/2026).

Pramono menegaskan tidak memberikan pernyataan apapun termasuk tentang tawaran pekerjaan kepada wartawan saat berada di rumah duka.

"Jadi ketika saya melayat tidak ada statement apa pun, jadi untuk itu saya juga mohon maaf saya tidak menjawab," ujarnya.

Sebelumnya, Pramono mengunjungi rumah Bambang untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.

Dalam video yang diterima Kompas.com, Pramono terlihat berbincang dengan istri Bambang, Sudarsi, serta dua anak laki-laki Bambang, Wisnu dan Yoga.

Pramono menanyakan kepada Yoga tentang keinginannya bekerja.

"Yang penting mau kerja kan?" ucap Pramono.

Yoga menjawab bahwa dirinya siap bekerja dan tidak mempermasalahkan jenis pekerjaan.

"Iya Pak mau. Saya apa aja mau," jawab Yoga.

Pramono kembali memastikan kesediaan Yoga.

"Benar ya?" tutur Pramono.

Sudarsi menegaskan anaknya memang ingin bekerja dan siap menerima pekerjaan apa pun.

"Dia apa aja mau," kata Sudarsi.

Dalam pertemuan itu, Pramono menawarkan bantuan berupa pekerjaan kepada Yoga.

Bambang Setiyawan (59) adalah warga Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat yang sehari-hari berjualan cermin di pinggir Jalan Pejompongan Raya.

Pada Kamis (27/8/2026) sore, situasi di lokasi mulai berubah karena massa aksi semakin banyak berdatangan.

Istri Bambang, Sudarsi, sempat meminta suaminya menutup dagangan karena khawatir dengan kondisi sekitar.

"Saya lihat massa sudah dari sana sudah banyak, akhirnya saya bilang sama bapaknya, 'Itu massa sudah banyak', saya bilang tutup. Pas dia melihat, 'Oh ya sudah, tutup'. Saya bantuinlah," ujar Sudarsi di rumah duka, Jumat (28/8/2026).

Bambang menutup dagangannya dan pada malam harinya sempat berpamitan pergi kepada istrinya.

Keluarga kemudian mendapat kabar dan melihat video Bambang diseret dan dikeroyok sejumlah orang saat kericuhan pada Jumat dini hari.

Bambang kemudian meninggal dunia.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed