Pramono Anung Tinjau Pembangunan LRT Jakarta Fase 1B

Smallest Font
Largest Font

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau langsung lokasi proyek pembangunan LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome-Manggarai pada Selasa (14/7) guna memastikan kelancaran konstruksi moda transportasi massal tersebut. Peninjauan lapangan ini didampingi oleh jajaran direksi Jakarta Propertindo (Jakpro), LRT Jakarta, dan kontraktor Waskita Karya selaku pelaksana proyek. Sebagaimana dilansir dari Detik Finance, proyek infrastruktur senilai Rp4,1 triliun ini dibangun untuk menghubungkan wilayah Jakarta Timur dengan Jakarta Pusat sekaligus memperkuat integrasi antarmoda di Stasiun Manggarai.

Pramono mengapresiasi kinerja seluruh pihak yang terlibat karena pengerjaan jalur kereta ringan ini seluruhnya digarap oleh pekerja dalam negeri. "Semua aktivitas ini sepenuhnya dilakukan oleh anak bangsa melalui PT Waskita dan Nindya," kata Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengharapkan pengerjaan rute baru ini dapat segera selesai agar bisa diresmikan pada bulan Agustus mendatang. Kehadiran rute Velodrome-Manggarai tersebut diproyeksikan menjadi wajah baru sekaligus solusi integrasi transportasi publik di wilayah ibu kota.

Di sisi lain, pihak kontraktor menerapkan standar keselamatan yang ketat mengingat pembangunan dilakukan di area padat lalu lintas. Direktur Operasi II Waskita Karya, Paulus Budi Kartiko, memaparkan bahwa pihaknya berhasil merampungkan pemasangan Steel Box Girder di atas jalur kereta aktif Double-Double Track (DDT) Manggarai tanpa mengganggu operasional kereta lainnya. "Saat ini telah diselesaikan pemasangan Steel Box Girder di atas jalur kereta api aktif Double-Double Track (DDT) Manggarai, dengan window time terbatas kurang dari tiga jam. Rangkaian pemasangan girder dilakukan tanpa mengganggu operasional KRL maupun kereta antarkota yang melintasi jalur tersebut," jelas Paulus Budi Kartiko, Direktur Operasi II Waskita Karya.

Pencapaian ini didukung oleh catatan keselamatan kerja yang tinggi di lingkungan proyek. Waskita Karya membukukan catatan nihil kecelakaan kerja selama jutaan jam operasional pengerjaan konstruksi. "7,5 juta jam kerja selamat ini menjadi fondasi penting dalam pelaksanaan proyek yang berada di tengah padatnya lalu lintas Jakarta serta ruang kerja terbatas. Seperti diketahui, tantangan utama (urban constraint) dalam pengerjaan LRT Jakarta, di antaranya lalu lintas Jakarta yang selalu padat," jelas Paulus Budi Kartiko, Direktur Operasi II Waskita Karya.

Saat ini, pengerjaan proyek difokuskan pada pengecoran lantai struktural atau slab deck jembatan sebelum beralih ke tahap pemasangan beton pracetak parapet. Pihak kontraktor menargetkan seluruh proses pengecoran lantai jembatan ini dapat selesai pada awal Agustus. "Dijadwalkan pada 1 Agustus mendatang pekerjaan slab track selesai dicor.

Dengan begitu dapat mendukung persiapan pengujian train run sampai Stasiun Manggarai," tutur Paulus Budi Kartiko, Direktur Operasi II Waskita Karya. Pengujian coba lintasan atau train run sendiri telah dilaksanakan beberapa kali hingga Stasiun Kayu Manis dengan hasil yang aman dan sesuai standar kelayakan. Waskita Karya terus menguji seluruh aspek operasional mulai dari persinyalan hingga kelistrikan demi menjamin keselamatan pengguna.

"Pengujian sistematis dan terstruktur terhadap semua komponen terus dilakukan, mulai dari jalur, persinyalan, kelistrikan, komunikasi, hingga integrasi operasional. Setiap meter jalur LRT Jakarta Fase 1B merupakan bagian dari tanggung jawab Waskita kepada masyarakat, maka kami kerjakan dengan penuh perhitungan, ketelitian, dan selalu berkoordinasi dengan Jakpro sebagai owner," kata Paulus Budi Kartiko, Direktur Operasi II Waskita Karya.

Keterlibatan dalam proyek strategis ini juga menjadi momentum bagi BUMN konstruksi tersebut untuk membuktikan kapabilitas kerjanya dalam skala nasional. Penyelesaian proyek dengan kualitas prima diyakini akan memperkuat reputasi jangka panjang korporasi. "Kami optimis kehadiran LRT Jakarta Fase 1B tidak hanya menambah pilihan transportasi umum yang modern, tapi juga memudahkan mobilitas warga dan mendorong peralihan dari kendaraan pribadi ke transportasi umum. Pada akhirnya akan berdampak positif pada lingkungan karena mendukung target Net Zero Emission (NZE) pemerintah," pungkas Paulus Budi Kartiko, Direktur Operasi II Waskita Karya.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    1
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed