Pemprov DKI Jakarta Siapkan Tarif LRT Velodrome Manggarai Rp 8
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan tarif khusus sebesar Rp 8 untuk layanan LRT Jakarta rute Velodrome-Manggarai selama masa uji coba sebelum diresmikan. Kebijakan ini disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (31/8/2026).
Pramono Anung menjelaskan bahwa penetapan tarif uji coba tersebut masih menunggu penyelesaian Peraturan Gubernur (Pergub). Setelah rute sepanjang 12,2 kilometer ini resmi beroperasi, tarif yang berlaku akan kembali normal menjadi Rp 5.000 secara flat.
Pengoperasian rute baru ini akan memperluas jangkauan LRT Jakarta yang sebelumnya beroperasi penuh sejak 1 Desember 2019 pada jalur Kelapa Gading-Velodrome sepanjang 5,8 kilometer. Perpanjangan jalur hingga Stasiun Manggarai menambah lima stasiun baru, yakni Stasiun Rawamangun, Pramuka, Matraman, Proklamasi, dan Manggarai, sehingga total layanan mencakup 11 stasiun dengan waktu tempuh sekitar 28 menit.
Rencana awal peresmian rute Kelapa Gading-Manggarai pada Rabu (26/8/2026) sempat tertunda karena proses penyempurnaan fasilitas. Saat ini Pemprov DKI Jakarta masih terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk memastikan jadwal peresmian resmi.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga berencana menggelar evaluasi ulang terhadap besaran tarif flat Rp 5.000 tersebut pada Oktober 2026 mendatang.
"Nanti bulan Oktober kita lakukan evaluasi, nanti akan ada perhitungan kembali berapa tarifnya kita sesuaikan setelah ada perhitungan di bulan Oktober," kata Pramono di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (31/8/2026).
Penerapan tarif murah selama uji coba ditujukan agar masyarakat terdorong beralih ke moda transportasi massal serta mengurangi kemacetan di koridor padat Jakarta Timur menuju pusat kota.
"Mengenai sebelum sampai dengan beroperasi secara resmi, kami akan memberlakukan tarif Rp 8 itu kapan adalah segera kami persiapkan Pergubnya," ujarnya.
Pramono menegaskan perubahan sistem pembayaran dari tarif uji coba ke tarif normal akan langsung berjalan tepat pada hari peresmian.
"Nanti setelah Pergubnya jalan sampai dengan kapan kemudian diresmikan, tentunya begitu diresmikan yang diberlakukan adalah harga yang sekarang diberlakukan untuk LRT yaitu Rp 5.000 secara flat," ungkapnya.
Koordinasi lintas lembaga juga terus dimatangkan untuk menentukan tanggal pembukaan komersial bagi publik.
"Jadi untuk LRT-nya sendiri kapan beroperasi, tentunya kami sedang melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat," kata Pramono.
Pramono menambahkan bahwa penyediaan tarif uji coba diharapkan mampu menarik perhatian warga untuk mencoba rute baru ini secara langsung.
"Sekarang ini saya sudah meminta untuk di lapangan dilakukan uji coba. Dan saya segera memutuskan sampai dengan kapan, nanti dengan tarif khusus untuk uji coba tersebut dan sekaligus memperkenalkan kepada masyarakat," kata Pramono saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (27/8/2026).
Pemerintah daerah menganggap pembukaan rute ini sebagai momentum penting dalam pembenahan tata kota dan mobilitas warga.
"Ini untuk membuat masyarakat mengetahui dan sekaligus membuat masyarakat tertarik memanfaatkan LRT ini. Karena LRT ini benar-benar nantinya akan mengubah wajah Jakarta karena melintasi di daerah yang padat," tambahnya.
Langkah penguatan operasional juga didukung penandatanganan Nota Kesepahaman antara PT LRT Jakarta dan sejumlah pengelola transportasi publik pada Agustus 2026 untuk mengantisipasi gangguan layanan.
"Resiliensi layanan transportasi publik tidak dapat dibangun oleh satu moda secara sendiri. Ketika terjadi gangguan, kebutuhan masyarakat tetap harus terlayani. Karena itu, kesiapan untuk saling mendukung antarmoda menjadi penting untuk memastikan perjalanan masyarakat tetap berjalan," kata Direktur Utama PT LRT Jakarta Aditia Kesuma Negara.
Fasilitas pendukung di sepanjang stasiun baru rute Velodrome-Manggarai telah dilengkapi pos kesehatan, ruang laktasi, Pos SAPA, musala, lift, serta eskalator untuk kenyamanan penumpang.
"Kehadiran LRT Jakarta diharapkan dapat memberikan alternatif mobilitas masyarakat sekaligus mendukung upaya mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi dan mengatasi persoalan kemacetan," ujar Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Perseroda) Iwan Takwin.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow