Prabowo Minta Rentenir Hadapi Langsung Soal Tagihan Korban Gempa NTT

Smallest Font
Largest Font

Presiden Prabowo Subianto menerima laporan dari Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melkiades Laka Lena terkait korban gempa yang dipinjam uang dari rentenir dan ditagih saat bencana berlangsung. Laporan itu disampaikan dalam rapat koordinasi penanganan pascagempa di Nagekeo, Rabu (26/8/2026).

Gubernur Melki menyebut banyak warga NTT meminjam dari koperasi yang beroperasi seperti rentenir dan beberapa koperasi harian mengejar para korban untuk membayar utang mereka. Tindakan ini menambah tekanan bagi para korban bencana.

Mendengar hal tersebut, Presiden Prabowo meminta rentenir yang menagih korban tersebut untuk menghadapi langsung dirinya. Namun, sebelum bertemu Prabowo, para rentenir tersebut harus menemui Kapolda NTT dan Pangdam Udayana terlebih dahulu.

"Ya, nanti, suruh (rentenir) menghadap saya mintanya. Itu rentenir-rentenir suruh menghadap. Nanti aku yang..," kata Prabowo tersenyum.

Presiden juga mengingatkan, "Tapi sebelum menghadap saya, menghadap Kapolda (NTT), Pangdam (Udayana), ya," ujar Prabowo.

Rapat tersebut dihadiri oleh sejumlah menteri dan pejabat, antara lain Mensesneg Prasetyo Hadi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Mendagri Tito Karnavian, Menteri PU Dody Hanggodo, Seskab Teddy Indra Wijaya, dan Kapolri Jenderal Sigit Prabowo.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengusulkan pembangunan gudang logistik bencana di setiap kabupaten/kota agar penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak bisa dipercepat. Usulan ini disampaikan dalam rapat yang sama dan mendapat respons positif dari Presiden Prabowo.

Suharyanto menjelaskan banyak gudang logistik BPBD di daerah kosong sehingga menimbulkan keterlambatan penyaluran bantuan pada fase awal bencana. Ia memperkirakan kebutuhan stok logistik dasar di tiap daerah antara Rp 5 miliar hingga Rp 10 miliar.

"Ketika terjadi gempa kemarin, daerah itu tidak bisa berbuat banyak karena gudang-gudang logistik BPBD kosong," kata Suharyanto.

Menurutnya, dengan buffer stok logistik yang tersedia, bantuan dasar seperti sembako, tenda, dan selimut bisa langsung disalurkan saat bencana terjadi. Hal ini diharapkan dapat mengurangi penderitaan masyarakat yang terdampak.

Bupati Nagekeo, Simplisius Donatus, dalam kesempatan yang sama mengklaim program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berjalan di wilayahnya berhasil meningkatkan kehadiran siswa hingga nyaris 100 persen serta menurunkan frekuensi penyakit seperti flu dan pilek di sekolah.

"Siswa yang di mana ada jatah MBG, itu nyaris 100 persen tingkat kehadirannya," ujar Simplisius kepada Presiden Prabowo.

Simplisius juga menyatakan program MBG membantu pemberdayaan perempuan dan menekan potensi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) karena perempuan yang terlibat mendapatkan penghasilan sendiri sehingga tidak bergantung pada suami.

"Sekarang kalau suaminya tidak kasih uang, dia punya uang sendiri dari MBG ini, Bapak. Berkerja maksudnya. Iya, mereka punya penghasilan," jelas Simplisius.

Ia berharap program MBG terus berlanjut dan cakupannya diperluas di Nagekeo yang saat ini baru memiliki 11 dapur MBG aktif.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed