Gempa Susulan dan Penanganan Korban di Nusa Tenggara Timur Berlanjut

Smallest Font
Largest Font

Gempa susulan terus mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan total 3.752 kejadian hingga Kamis (20/8/2026). Pemerintah menerjunkan dua rumah sakit lapangan untuk menangani korban, terutama pasien dengan patah tulang akibat gempa magnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026 di Flores.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga pukul 16.00 WIB, gempa susulan masih dirasakan masyarakat termasuk gempa berkekuatan 5,7 magnitudo yang terjadi pagi hari. BNPB juga melaporkan kerusakan pada 36.163 unit rumah akibat gempa ini, dengan penambahan 7.187 unit rumah yang baru terdata.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan dua rumah sakit lapangan sudah beroperasi dan mendukung operasi patah tulang di lokasi terdampak. Sekitar 40 keluarga telah menerima pelayanan medis di rumah sakit lapangan tersebut.

"Itu sudah beroperasi kemarin, dan sudah bisa melakukan operasi, terutama patah tulang karena banyak sekali yang patah tulang di (bagian) sini, (bagian) sini, sekarang sudah beroperasi dua rumah sakit itu," ujar Budi Gunadi Sadikin usai kunjungan di Jombang, Jawa Timur.

Ketua Satuan Tugas Bencana Kemenkes, Sumarjaya, menambahkan rumah sakit lapangan beroperasi di Rumah Sakit Ruteng dan Rumah Sakit Aeramo Nagekeo yang membantu puskesmas terdampak gempa. Tenaga medis darurat juga dikirim ke puskesmas yang sulit dijangkau seperti di Kecamatan Lamba Leda dan Manggarai Timur.

"Kami mengirimkan tenaga medis darurat atau Emergency Medical Team (EMT) untuk memberikan layanan di sana dan mengevakuasi masyarakat yang memang perlu dirujuk di rumah sakit," jelas Sumarjaya.

Gempa susulan dengan magnitudo 6,0 mengguncang Manggarai pada Kamis siang, menyebabkan satu warga meninggal dunia akibat serangan jantung saat kepanikan gempa. Korban bernama Servolus Jebarus (56) meninggal setelah dilarikan ke RSUD Ben Mboi Ruteng.

"Tadi terdengar teriakan warga saat gempa pertama dan terjadi kepanikan di dalam rumah. Korban kemudian jatuh lemas," ujar Hiro, kerabat korban.

Kepala BNPB Letjen Suharyanto mengimbau masyarakat tetap waspada dan tidak panik karena gempa susulan berpotensi terjadi hingga 2-3 minggu ke depan dengan kekuatan yang lebih kecil dibandingkan gempa utama.

Data BNPB per 20 Agustus mencatat korban meninggal dunia bertambah menjadi 72 jiwa, 900 orang luka-luka, serta 82.691 orang mengungsi. Kerusakan materiil meliputi 29.001 rumah rusak dalam berbagai tingkat, ratusan fasilitas pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur terdampak gempa.

Warga terdampak gempa di Manggarai Barat memilih bertahan di tenda darurat untuk menghindari bahaya dari bangunan yang rusak dan trauma akibat gempa susulan yang masih terjadi.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed