Popularitas Wali Kota Zohran Mamdani Melonjak di New York
Tingkat kesukaan warga Kota New York terhadap Wali Kota Zohran Mamdani melonjak menjadi 69 persen menurut hasil survei Siena University yang dirilis pertengahan Agustus 2026. Lonjakan dukungan ini diraih meski masa pemerintahan delapan bulan pertamanya diwarnai gugatan hukum kebijakan pajak dan tekanan politik.
Hasil jajak pendapat yang berlangsung pada 3 hingga 6 Agustus 2026 menunjukkan peningkatan signifikan dari angka 58 persen pada Juni. Hanya 24 persen pemilih New York City yang mencatatkan pandangan negatif terhadap kepemimpinan Mamdani. Sementara itu, elektabilitasnya di tingkat seluruh Negara Bagian New York tercatat lebih seimbang dengan 47 persen pandangan positif dan 44 persen negatif.
Mamdani yang dilantik pada 1 Januari 2026 sebagai wali kota Muslim pertama di New York terus menghadapi penentangan atas kebijakan pajak rumah mewah tidak berpenghuni. Kebijakan yang diproyeksikan menyumbang pendapatan daerah sebesar 500 juta dolar AS per tahun tersebut sempat dihentikan sementara oleh hakim pada 10 Agustus, sebelum akhirnya pengadilan banding mengizinkan proses penerapannya berlanjut pada 13 Agustus lalu.
Di samping persoalan fiskal, pemerintahan kota juga menghadapi tantangan hubungan antarumat beragama. Kepolisian Kota New York (NYPD) mencatat 205 insiden kejahatan kebencian anti-Yahudi sepanjang Januari hingga Juli 2026, atau meningkat 8,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Di sisi lain, angka kasus pembunuhan di kota tersebut berhasil ditekan hingga turun 22,8 persen pada periode yang sama.
Gaya kepemimpinan dan agenda progresif Mamdani sejalan dengan pergeseran representasi politik Muslim di Amerika Serikat. Hal serupa terjadi dalam pemilihan pendahuluan Senat Partai Demokrat di Michigan pada 4 Agustus 2026, di mana mantan Direktur Kesehatan Masyarakat Detroit Abdul El-Sayed berhasil mengamankan kemenangan atas rivalnya, Haley Stevens, meski mendapat gelombang serangan kampanye digital dari kubu konservatif.
"Muslim Amerika terlibat dalam politik, tetapi kali ini bukan sebagai minoritas ketakutan yang mencari perlindungan," melainkan sebagai kelompok yang aktif menuntut hak kewarganegaraan melalui agenda perubahan sosial dan ekonomi mendasar.
Penguatan posisi para politisi Muslim progresif di pusat perkotaan Amerika Serikat mencerminkan dinamika demografi yang terkonsentrasi. Berdasarkan studi Pew Research Center, populasi Muslim dewasa di Amerika Serikat diperkirakan mencapai 3,5 juta jiwa atau sekitar 1,2 persen dari total populasi, dengan persebaran etnis yang sangat beragam mencakup 28 persen kulit hitam, 24 persen Asia, 20 persen kulit putih, 12 persen Arab, dan 9 persen Latin.
Sengketa hukum terkait penerapan pajak rumah mewah yang menjerat kebijakan Wali Kota Zohran Mamdani dijadwalkan masuk kembali ke meja persidangan pada 31 Agustus 2026.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow