Keluarga Korban 911 Desak Wali Kota New York Absen Acara Peringatan

Smallest Font
Largest Font

Sejumlah keluarga korban serangan teror 11 September menggalang petisi penolakan terhadap kehadiran Wali Kota New York City Zohran Mamdani dalam peringatan ke-25 di Lower Manhattan pada Senin, 27 Juli 2026. Penolakan tersebut dipicu oleh rekam jejak politisi sosialis tersebut yang dinilai hostile terhadap nilai-nilai peringatan.

Petisi yang diunggah di platform Change.org tersebut telah mengumpulkan lebih dari 13.900 tanda tangan hingga Senin sore. Penyelenggara petisi menilai keberadaan Mamdani berpotensi mencederai kekhidmatan acara mourning yang sangat personal bagi para keluarga korban.

Gelombang protes ini bermula dari sikap publik Mamdani yang dianggap enggan mengecam slogan radikal, serta hubungannya dengan tokoh kontroversial. Rekam jejak sang ayah, Profesor Mahmood Mamdani, yang pernah menulis buku terkait aksi pengeboman bunuh diri, turut menjadi sorotan pihak keluarga korban.

Giovanni Galante, inisiator petisi yang kehilangan istrinya, Grace Catherine Galante, dalam tragedi tewasnya ribuan orang di Menara Utara World Trade Center, menyampaikan alasan utama di balik penolakan tersebut.

"Kami merasa kehadiran Mamdani akan menunjukkan rasa tidak hormat kepada anggota keluarga kami karena orang-orang yang dia dukung," kata Galante, dikutip dari CBS News.

Selain Galante, Monica Iken Murphy, yang kehilangan suaminya di lantai 84 Menara Selatan, juga menyuarakan harapannya agar peringatan penting tersebut tidak dicampuri oleh pejabat yang dinilai baru menjabat dan tidak memiliki keterikatan masa lalu.

"Bagi saya pribadi, saya merasa siapa pun yang menghadiri peringatan ke-25 yang sangat penting bagi kami ini, kami hanya ingin sedikit waktu untuk diri kami sendiri, dan kami tidak ingin seseorang yang baru saja menjabat dan sebenarnya tidak ada di sana saat kejadian hadir begitu saja," ujar Murphy, dilansir dari CBS News.

Petisi tersebut secara resmi meminta pihak pengelola lokasi agar mempertimbangkan kembali keikutsertaan sang wali kota demi menjaga niat dasar dari peringatan tahunan tersebut.

"Kekhawatiran telah diajukan mengenai posisi publik, asosiasi, dan tanggapan Mr. Mamdani terhadap retorika yang dinilai banyak orang memusuhi nilai-nilai bersama ini," bunyi petisi Change.org yang digalang oleh beberapa keluarga korban, seperti diberitakan Fox News.

Pihak penggalang petisi menekankan bahwa acara peringatan tidak boleh ternoda oleh figur yang ucapan maupun asosiasinya bertentangan dengan tujuan acara.

"Mengingat kekhawatiran ini, kami secara hormat meminta agar penyelenggara mempertimbangkan dengan cermat apakah partisipasi Mr. Mamdani akan sejalan dengan tujuan upacara dan harapan dari keluarga yang paling terdampak langsung oleh tragedi ini," tulis penyelenggara petisi tersebut.

Menanggapi penolakan yang terus bergulir, Wali Kota Zohran Mamdani menegaskan bahwa dirinya tetap akan hadir langsung dalam upacara kenegaraan tersebut.

"Saya akan dengan bangga menghormati para keluarga, penyintas, dan petugas tanggap darurat yang terdampak selamanya oleh serangan teror mengerikan itu dengan berdiri di samping mereka pada peringatan 9/11 tahun ini — menegaskan kembali bahwa kita tidak akan pernah melupakan hari khidmat yang dirasakan oleh kita semua yang menyebut kota ini sebagai rumah dan, jujur saja, oleh kita semua yang menyebut negara ini sebagai rumah," tegas Mamdani kepada wartawan pada konferensi pers terpisah hari Senin, dilansir dari USA Today.

Di sisi lain, penyelenggara peringatan menegaskan komitmen mereka untuk menjaga acara dari kepentingan politik praktis.

"Tanggung jawab penuh kami adalah memimpin bangsa dalam memperingati 11 September 2001 dan menghormati 2.977 korban yang tewas saat nama mereka dibacakan keras-keras oleh keluarga mereka. Prioritas kami selama upacara adalah menyediakan lingkungan yang bermartabat dan mendukung bagi para keluarga," ungkap juru bicara National September 11 Memorial & Museum kepada Fox News Digital.

Pihak museum menambahkan bahwa kehadiran pejabat pemerintah dari berbagai spektrum politik hanyalah untuk menjadi saksi tanpa diberikan panggung untuk berpidato.

"Kami sengaja bekerja untuk menjaga agar peringatan ini bebas dari politik karena mengingat mereka yang gugur pada 9/11 tidak boleh menjadi isu partisan," tambah juru bicara National September 11 Memorial & Museum.

Acara peringatan 25 tahun tragedi 11 September rencananya tetap dilaksanakan di area Ground Zero dengan pembacaan nama seluruh korban oleh pihak keluarga.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed