Polda Metro Jaya Mengekshumasi Makam Sutrimo di Banyumas

Smallest Font
Largest Font

Polda Metro Jaya melakukan pembongkaran makam atau ekshumasi jenazah Sutrimo di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, pada Rabu (12/8), untuk proses penyelidikan kematian yang melibatkan perkara yang ditangani polisi.

Keluarga Sutrimo menyatakan tidak akan menyaksikan secara langsung proses pembongkaran makam, namun kuasa hukum keluarga, Aan Rohaeni, menyampaikan ia akan hadir sebagai perwakilan keluarga.

"Saya juga seorang orang tua. Lihat anak jatuh kepleset aja kan kita gemeter. Apalagi posisi kayak gini, pasti sangat bukan hal yang mudah," kata kuasa hukum keluarga Sutrimo, Aan Rohaeni.

Aan menjelaskan keluarga merasa tidak kuat untuk menyaksikan ekshumasi secara langsung, sehingga ia memilih mewakili saat proses berlangsung.

"Barusan ditanyakan ya terkait ekshumasi. Kami sudah menerima pelimpahan laporan polisi dari Bareskrim Polri, kemudian laporan polisi dari Polresta Banyumas," ujar Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin.

Iman menuturkan penyelidikan sebelumnya dilakukan oleh Polresta Banyumas dan tim Ditreskrimum Polda Metro Jaya, sebelum perkara ditingkatkan ke tahap penyidikan.

"Dari hasil penyelidikan yang tentunya sudah dilakukan oleh Polresta Banyumas, juga dari hasil penyelidikan dari tim Ditreskrimum Polda Metro Jaya, kami sudah meningkatkan ke proses penyidikan," beber Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin.

Kakak tiri Sutrimo, Tukim, menyampaikan keluarga masih diliputi kesedihan dan ibu almarhum mengalami syok meski kondisinya mulai membaik.

"Saat ini ya masih syok sih, tapi sudah mendingan, agak mendingan," kata Tukim.

Tukim menambahkan ibu almarhum mengetahui rencana ekshumasi dan keluarga memahami proses tersebut sebagai bagian dari penanganan perkara, sambil tetap merasakan sedih sebagai orang tua.

"Responsnya ya namanya orang tua pasti ya sedih lah. Kayak ini ya, teringat ya," tuturnya.

Meski berat, keluarga menyatakan ikhlas dengan pelaksanaan ekshumasi dan siap menerima apa pun hasil pemeriksaan jenazah Sutrimo.

"Ya, ikhlas. Apa pun hasilnya nanti," tegas Tukim.

Setelah ekshumasi dan jenazah kembali dimakamkan, keluarga berencana menggelar doa bersama di rumah duka dan menyebut malam ini tidak ada doa bersama.

"Ya, habis kalau sudah dikebumikan kembali, di rumah duka ada doa bersama. Kalau malam ini enggak," kata Tukim.

Polda Metro Jaya mengekshumasi jenazah Sutrimo yang ditemukan tewas dengan mulut berbusa di depan klinik kecantikan Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Keluarga semula diberitahu kematian terkait faktor kesehatan gula, kemudian melaporkan dugaan kematian tak wajar yang diteruskan hingga ditangani Polda Metro Jaya.

Iman Imanuddin berharap hasil ekshumasi memberi kepastian kepada keluarga mengenai penyebab kematian Sutrimo.

"Mudah-mudahan nanti dari hasil ekshumasi kita bisa menemukan dan kita bisa menyimpulkan apa yang menjadi penyebab dari kematian yang bersangkutan," tambah Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed