Keluarga ungkap pekerjaan Sutrimo di rumah Febrie Adriansyah
Kuasa hukum keluarga Sutrimo menyampaikan ia bekerja di rumah Febrie Adriansyah sejak lama, setelah kasus kematian tak wajar muncul dari temuan jasad di Jakarta Selatan. Polisi menangani perkara ini melalui rangkaian pemeriksaan, termasuk rencana tindakan terkait jenazah.
Menurut Aan Rohaeni, keluarga tidak mengetahui status atau posisi Sutrimo saat bekerja untuk Febrie, termasuk apakah ia menjadi kepala rumah tangga atau bukan.
"Oh, betul. Kalau itu betul [bekerja untuk Febrie Adriansyah]. Cuma tentang apakah dia karumga atau bukan, keluarga nggak ada yang tahu," kata Aan Rohaeni.
Aan menyebut Sutrimo bekerja untuk Febrie dalam waktu cukup lama. Ia sempat berhenti selama sekitar dua tahun untuk bekerja di tempat lain, lalu kembali lagi bekerja bersama Febrie.
"Sudah lama. Kadang-kadang kalau pernah off, pernah berapa tahun off. Tapi ketika sakit juga dibiayain. Pada saat Covid juga tetap," ujarnya.
Menurut keluarga, pekerjaan Sutrimo berawal dari keahliannya sebagai tukang bangunan. Mereka mengetahui Sutrimo pernah mengerjakan pembangunan rumah milik Febrie.
"Pak Sutrimo itu memang pekerjaan dulunya awalnya adalah tukang. Memang membiayai bangunan dan lain-lain. Setahu keluarga Pak Sutrimo ini ya bangun rumah Pak Febrie," jelas Aan Rohaeni.
Setelah pekerjaan pembangunan selesai, Sutrimo disebut mendapat kepercayaan dan diajak untuk ikut bekerja bersama Febrie.
"Lalu karena Pak Febrie cocok, terus diajak kerja ikut Pak Febrie," imbuh Aan Rohaeni.
Dalam keseharian, keluarga menggambarkan tugas Sutrimo beragam. Ia tidak hanya mengerjakan proyek, tetapi juga mengurus kebutuhan rumah milik Febrie.
"Sehari-hari pekerjaan Pak Sutrimo itu macam-macam. Kadang kala disuruh ngerjain proyek. Kalau tidak keluar, ya Pak Sutrimo di rumah ngurusin rumah-rumahnya Pak Febrie," ungkap Aan Rohaeni.
Fokus kerja yang disebut keluarga mencakup perbaikan bagian rumah dan urusan pembayaran kebutuhan rumah tangga, termasuk membayar listrik.
"Jadi [Sutrimo] salah satu kepercayaannya beliau [untuk urusan rumah tangga]," kata Aan Rohaeni.
Meski disebut bekerja lama, keluarga menyatakan tidak mengenal Febrie secara langsung. Aan mengaku mengetahui hal itu setelah membaca komunikasi Sutrimo dengan adiknya.
"Saya tanya pernah nggak dipertemukan sama Pak Febrie? Nggak pernah. Memang tidak ada satu pun yang berkomunikasi langsung dengan Pak Febrie," ujar Aan Rohaeni.
Menurut Aan, bagi keluarganya di desa, Sutrimo dikenal sebagai orang yang bekerja untuk Febrie yang berprofesi sebagai jaksa, sementara komunikasi keluarga dengan Febrie tidak pernah terjadi dan hanya diketahui lewat Sutrimo.
"Jadi Pak Febrie itu setahu keluarga hanya komunikasi dengan Pak Sutrimo," kata dia.
Sutrimo, warga Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, sebelumnya ditemukan meninggal dengan kondisi mulut berbusa di depan klinik kecantikan Mordent di Jakarta Selatan. Keluarga kemudian melaporkan dugaan kematian tak wajar hingga berujung pada proses pemeriksaan kepolisian yang mencakup rencana ekshumasi makam.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow