Orang Tua di Jogja Rela Antre Subuh Demi Kuota Bimbel Tahun Ajaran Baru

Smallest Font
Largest Font

Fenomena antrean panjang orang tua di Yogyakarta terjadi sejak dini hari untuk mendapatkan kuota pendaftaran bimbingan belajar (bimbel) persiapan masuk sekolah unggulan tahun ajaran baru. Aksi ini terjadi di salah satu bimbel ternama di kawasan Gayam yang terkenal dengan reputasi mengantarkan siswa ke sekolah favorit.

Menurut laporan, para orang tua rela datang sejak pukul dua atau tiga pagi dan bahkan ada yang menginap demi mendapatkan nomor antrean. Biaya pendaftaran yang terjangkau dan kualitas tentor yang berpengalaman menjadi faktor utama antusiasme ini.

Beberapa orang tua menyatakan bahwa mereka memilih bimbel ini karena kuota yang sangat terbatas dan persaingan masuk sekolah favorit yang semakin ketat. Mereka mengaku ingin memastikan anak-anak mendapat fasilitas belajar tambahan agar bisa bersaing di seleksi akademik.

"Dini hari war nomor antrean pendaftaran les di salah satu bimbel favorit di Jogja untuk tahun depan. Hari ini hari kedua pendaftaran, berangkat dari rumah jam 2 sampai tempat jam 3 pagi ternyata sudah ramai karena ada yang sampai menginap. Salut banget sama effort semua orang tuanya," kata @dhilafdhl melalui platform Threads.

Fenomena ini juga memunculkan beragam reaksi dari netizen. Beberapa mengapresiasi semangat para orang tua, sementara yang lain mempertanyakan mengapa sekolah formal tidak cukup untuk mempersiapkan anak-anak menghadapi seleksi.

"Ini jadi kayak fenomena: sekolah mengajarkan kurikulum standar tapi saat evaluasi/test masuk sekolah favorit standarnya naik dan berbeda. Celah ini yang kemudian dimanfaatkan les. Orang tua ingin jaminan supaya tidak khawatir anaknya bisa masuk sekolah favorit," ujar @ir.bbh di media sosial.

Pengamat pendidikan mengimbau agar lembaga bimbel segera mengadopsi sistem pendaftaran daring untuk menghindari antrean fisik yang merepotkan orang tua dan mengurangi risiko ketidakteraturan.

Selain itu, para ahli juga mengingatkan pentingnya keseimbangan agar anak tidak mengalami kejenuhan akibat beban belajar tambahan yang berlebihan di luar jam sekolah formal.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed