Penyerapan Kerja Lulusan Cyber University Capai Hampir 100 Persen
Tingkat penyerapan kerja lulusan Cyber University dilaporkan mencapai lebih dari 90 persen hingga mendekati 100 persen dalam waktu kurang dari enam bulan setelah wisuda. Keberhasilan ini ditopang oleh skema Company Learning Program 3+1 serta integrasi kecerdasan buatan dalam pembelajaran.
Sistem skema CLP 3+1 mewajibkan mahasiswa menempuh tiga tahun perkuliahan teori dan praktikum di kampus, lalu dilanjutkan satu tahun penuh magang industri. Pemanfaatan alat kolaborasi digital seperti GitHub, GitLab, dan Visual Studio Code Live Share turut digunakan untuk mengasah keterampilan manajemen proyek secara profesional.
Ketua Career Center Cyber University, Dr. Anang Martoyo mengonfirmasi ketersediaan lapangan kerja bagi para mahasiswa sebelum masa studi mereka berakhir.
"Di Cyber University kuliahnya selama 3 tahun dan 1 tahun magang di industri yang sudah kerja sama. Kami sangat bersyukur dari CLP 3+1 ini sudah banyak mahasiswa yang sudah kerja sebelum mereka lulus. Lulusan Cyber University juga bisa hampir 100% terserap dunia kerja," kata Anang Martoyo, Ketua Career Center Cyber University.
Implementasi ekosistem ini terbukti pada pencapaian mahasiswa Prodi Teknologi Informasi Cyber University, Raden Mochamad Issa Wirakusumah, yang menjabat sebagai Project Manager di PT InfantAI Teknologi Nusantara sebelum resmi lulus. Perjalanannya dimulai dari Backend Engineer Intern hingga memimpin pengembangan platform AI dan mengelola 13 peserta magang.
Raden Mochamad Issa Wirakusumah membagikan pengalamannya selama meniti karier di industri selagi aktif berkuliah.
"Saya percaya bahwa terus belajar dari berbagai lingkungan kerja merupakan salah satu cara terbaik untuk berkembang. Semakin banyak pengalaman yang diperoleh, semakin luas pula cara kita melihat sebuah permasalahan dan menemukan solusi," ujar Raden Mochamad Issa Wirakusumah, Mahasiswa Cyber University.
Selain penyaluran tenaga kerja, ekosistem kampus juga melahirkan perusahaan riset independen berbasis AI bernama Gipsy Research yang didirikan oleh Gregorius Peitra dan Carolus Agung Segara Wisesa dengan produk layanan GipsyAI.
Wakil Rektor Cyber University, Agus Trihandoyo menyoroti dinamika perubahan industri digital yang menuntut fleksibilitas tinggi dari mahasiswa.
"Perubahan saat ini bukan lagi terjadi setiap sepuluh tahun, tetapi hampir setiap bulan. Banyak pekerjaan lama menghilang, sementara profesi-profesi baru terus bermunculan. Karena itu, kemampuan paling penting yang harus dimiliki mahasiswa bukan hanya pengetahuan, tetapi kemampuan untuk terus beradaptasi, belajar, dan menciptakan inovasi," kata Agus Trihandoyo, Wakil Rektor Cyber University.
Agus Trihandoyo juga menekankan porsi masa praktikum lapangan yang disiapkan institusi untuk membekali mahasiswa.
"Melalui program CLP 3+1 ini, mahasiswa benar-benar digembleng dengan tiga tahun kuliah di kampus dan satu tahun penuh magang di industri. Ini adalah langkah konkret kami untuk memastikan lulusan tidak hanya mengantongi ijazah, tetapi juga portofolio proyek dan pengalaman kerja nyata sebelum mereka benar-benar lulus," ujar Agus Trihandoyo, Wakil Rektor Cyber University.
Agus Trihandoyo menambahkan pentingnya sinergi antara pihak kampus dan jajaran orang tua murid.
"Masa depan tidak menunggu mereka yang hanya siap hari ini, tetapi berpihak kepada mereka yang mampu terus belajar, beradaptasi, dan berinnovasi. Itulah semangat yang kami bangun di Cyber University bersama seluruh orang tua mahasiswa," kata Agus Trihandoyo, Wakil Rektor Cyber University.
Dosen Teknologi Informasi Cyber University, Rika Astuti, S.Kom., M.Kom. memaparkan fungsi teknologi AI dalam mendampingi proses belajar mengajar rekayasa perangkat lunak.
"Teknologi AI kini mulai dimanfaatkan dalam pembelajaran rekayasa perangkat lunak untuk membantu mahasiswa memahami coding melalui fitur auto-complete, debugging otomatis, hingga saran penulisan program. Dengan teknologi ini, mahasiswa pemula lebih cepat memahami logika pemrograman dan mampu menyelesaikan tugas pengembangan aplikasi dengan lebih baik," kata Rika Astuti, Dosen Teknologi Informasi Cyber University.
Rika Astuti menambahkan bahwa pendampingan dari pengajar tetap memegang peranan krusial di tengah pesatnya penyesuaian teknologi.
"Peran dosen pengampu menjadi kunci utama dalam mengarahkan mahasiswa agar mampu mengikuti perkembangan teknologi yang sangat cepat. Dosen bukan hanya pengajar, tetapi juga motivator, mentor, inovator, dan pembentuk karakter. Dengan dukungan dosen yang profesional serta pemanfaatan teknologi yang tepat, pembelajaran Rekayasa Perangkat Lunak akan terus melahirkan lulusan yang kreatif, kompeten, dan siap menghadapi tantangan era digital global," ujar Rika Astuti, Dosen Teknologi Informasi Cyber University.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow