Penguatan Industri Dalam Negeri Butuh Kapasitas dan Komponen Lokal
Penulis : Leonard AL Cahyoputra 28 Aug 2026 | 14:44 WIB
Vice President Divisi Bisnis Strategis Industrial Service PT Surveyor Indonesia (Persero) Sarjuni Adicahya. (Foto: Dok PTSI)
JAKARTA,Investor.id -Penguatan industri dalam negeri membutuhkan kemampuan untuk memastikan bahwa produk dan jasa yang dihasilkan memiliki kualitas, serta kapasitas yang mampu memenuhi kebutuhan pasar. Di saat yang sama, peningkatan penggunaan komponen lokal menjadi salah satu faktor penting dalam membangun rantai pasok nasional dan menciptakan nilai ekonomi yang lebih besar di dalam negeri.
Vice President Divisi Bisnis Strategis Industrial Service PT Surveyor Indonesia (Persero) Sarjuni Adicahya menerangkan, penguatan industri dalam negeri tidak hanya berbicara mengenai seberapa besar komponen lokal yang digunakan. Lebih dari itu, perlu melihat bagaimana penggunaan komponen lokal dapat mendorong tumbuhnya kemampuan industri secara menyeluruh, mulai dari bahan baku, kapasitas produksi, kualitas, teknologi, hingga sumber daya manusia.
“PTSI mengambil peran dengan menghadirkan layanan pengukuran dan verifikasi yang kredibel untuk mendukung proses tersebut,” ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Jumat (28/8/2026).
Peningkatan penggunaan komponen lokal memiliki dampak yang lebih luas terhadap ekosistem industri. Ketika industri nasional semakin banyak terlibat dalam penyediaan barang dan jasa, manfaatnya turut mengalir kepada pemasok, manufaktur, distribusi, hingga tenaga kerja. Rantai pasok yang semakin kuat pada akhirnya dapat meningkatkan kapasitas produksi, membuka peluang investasi, mendorong transfer teknologi, serta menciptakan lapangan kerja di dalam negeri.
Dilansir dari pemaparan saat gelaran rutin Forum Komunikasi Media dan PT Surveyor Indonesia (Persero), kebijakan yang mendorong peningkatan komponen lokal dapat memberikan dampak nyata terhadap perkembangan industri. Salah satu pembelajaran terlihat pada industri handphone, komputer genggam, dan tablet.
Dalam periode 2014–2019, angka impor produk tersebut tercatat menurun hingga 93%, sementara produksi di dalam negeri meningkat hingga 15,5 kali lipat. Perkembangan tersebut juga diikuti dengan tumbuhnya investasi dan penyerapan tenaga kerja dalam ekosistem industri terkait.
Contoh tersebut menunjukkan bahwa ketika industri dalam negeri diberikan ruang untuk tumbuh dan didukung oleh kebijakan yang tepat, dampaknya dapat melampaui peningkatan penggunaan komponen lokal. “Ada peningkatan produksi, investasi, penyerapan tenaga kerja, hingga terbentuknya ekosistem industri yang semakin matang,” lanjut Sarjuni.
Penguatan industri nasional perlu dilakukan dengan memastikan adanya keseimbangan antara ketersediaan, kualitas, dan daya saing produk dalam negeri. Industri lokal tidak hanya perlu memiliki kemampuan untuk memproduksi, tetapi juga harus mampu beradaptasi dengan kebutuhan pengguna, meningkatkan efisiensi, mengembangkan teknologi, dan menghasilkan produk maupun jasa yang kompetitif.
Dalam konteks tersebut, terang dia, PTSI berperan sebagai bagian dari ekosistem yang mendukung peningkatan kapasitas dan kredibilitas industri nasional. Melalui kompetensi dan pengalaman di bidang Testing, Inspection, and Certification (TIC). PTSI berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan yang dapat mendukung pelaku industri dalam meningkatkan kualitas, kapasitas, serta daya saingnya.
Bagi PTSI, penguatan industri dalam negeri merupakan sebuah proses jangka panjang. Semakin kuat kemampuan industri nasional, semakin besar pula nilai ekonomi yang dapat diciptakan dan dipertahankan di Indonesia secara mandiri dan berkelanjutan.
Melalui penguatan penggunaan komponen lokal dan peningkatan kapabilitas industri, PTSI meyakini bahwa industri nasional dapat semakin berperan sebagai penggerak perekonomian. “Kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, penyedia barang dan jasa, serta lembaga pendukung menjadi kunci untuk memastikan pertumbuhan tersebut dapat berlangsung secara berkelanjutan,” ujar Sarjuni.
Editor: Leonard
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Business 2 menit yang lalu Komponen Lokal Jadi Penggerak Industri Peningkatan penggunaan komponen lokal menjadi salah satu faktor penting dalam membangun rantai pasok nasional
Finance 5 menit yang lalu Realisasi Anggaran MBG Capai Rp 117 Triliun Realisasi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah mencapai Rp 117 triliun per 27 Agustus 2026.
Finance 27 menit yang lalu Bank SMBC Indonesia Gandeng ADB Perluas Pembiayaan Perdagangan Bank SMBC Indonesia menggandeng ADB untuk berbagi risiko dan memperluas kapasitas pembiayaan perdagangan serta rantai pasok.
National 44 menit yang lalu Pengguna LRT Jabodebek Melejit 21% Jumlah pengguna LRT Jabodebek melejit 21% pada Januari-Juli 2026. Pertumbuhan pengguna terjadi baik pada hari kerja maupun akhir pekan.
Market 49 menit yang lalu Harga Emas Tembus US$ 4.400, Masih Layak Dibeli Sekarang? Harga emas tembus US$ 4.400+. Masih prospektif untuk dibeli? Simak analisis J.P. Morgan, target US$ 5.000, & tips alokasi portofolio.
Lifestyle 50 menit yang lalu Bukan Sekadar Kenyang, Kualitas Nutrisi Anak Perlu Diperhatikan Pemenuhan nutrisi anak perlu memperhatikan kualitas dan keseimbangan asupan untuk mencegah anemia serta mendukung tumbuh kembangnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow