Polisi dan Dishub Amankan Zikir Kebangsaan 2026 di Monas
Polda Metro Jaya dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengerahkan ribuan personel serta menyiapkan rekayasa lalu lintas guna mengamankan gelaran Zikir dan Doa Kebangsaan 2026 di Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Sabtu (1/8/2026) sore.
Pengamanan ketat dan sterilisasi area menggunakan tim Penjinak Bom (Jibom) serta unit K9 diberlakukan jelang kedatangan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang dijadwalkan hadir dalam agenda memperingati HUT ke-81 RI tersebut.
Polda Metro Jaya menurunkan 3.269 personel untuk menjaga seluruh akses jalan, termasuk area penyangga di luar Monas. Wakapolda Metro Jaya Brigjen Dekananto Eko Purwono menginstruksikan jajarannya agar mengontrol pergerakan arus lalu lintas secara menyeluruh dari ring 1 hingga ring 3.
"Kawal arus lalu lintas baik itu di ring 1, ring 2, dan ring 3 secara menyeluruh. Jajaran Pak Dirlantas saya minta betul-betul dikontrol, tidak hanya mengendalikan Monas dan sekitarnya, tetapi daerah-daerah penyangga yang berpotensi terdampak arus lalu lintasnya, saya minta dimonitor dan dikendalikan. Tidak boleh ada satu pun persimpangan yang tidak dijaga oleh anggota kita," kata Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Dekananto Eko Purwono.
Dekananto meminta para kapolres pimpin langsung pengamanan wilayah masing-masing untuk mencegah gangguan keamanan dan kemacetan parah.
"Di luar dari lokasi Monas, para Kapolres saya minta untuk turun langsung memimpin di wilayah masing-masing," ujar Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Dekananto Eko Purwono.
Selain itu, kepolisian menginstruksikan sterilisasi kendaraan nonsipil di kawasan Monas menjelang sore hari demi menyambut rombongan Presiden.
"Jangan sampai ada penumpukan peserta yang berpotensi mengganggu mobilitas masyarakat lainnya. Setiap bus akan didampingi oleh personel dari daerah asal masing-masing. Silakan nanti jajaran lalu lintas berkoordinasi dengan satuan wilayah yang melakukan pengawalan kendaraan bus atau kendaraan roda empat lainnya dari wilayah Banten maupun dari wilayah Jawa Barat," kata Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Dekananto Eko Purwono.
Area utama Monas ditargetkan sudah steril dari kendaraan umum sebelum acara inti dimulai.
"Karena jam 17.00 sore sekitar Monas harus sudah steril. Ini untuk mengantisipasi kedatangan Bapak Presiden dan pejabat negara lainnya. Setelah kegiatan utama selesai, kepulangan Bapak Presiden dan rombongan VVIP, agar para personel tetap berada di titik plotting masing-masing sampai dengan seluruh kegiatan dan seluruh masyarakat yang menghadiri acara zikir dan doa meninggalkan lokasi Monas," ucap Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Dekananto Eko Purwono.
Pengawasan juga diberlakukan pada pembagian barang bantuan Kementerian Agama serta penyiapan rute evakuasi medis.
"Pastikan betul, diatur betul, tidak ada yang berebut sehingga nanti yang bisa menimbulkan korban, sehingga mempengaruhi jalannya kegiatan zikir dan doa," ujar Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Dekananto Eko Purwono.
Dekananto mengingatkan seluruh personel bahwa acara nasional ini memerlukan pelayanan ekstra kepada ribuan jamaah yang hadir.
"Bahwa kegiatan hari ini akan dihadiri oleh bapak presiden Republik Indonesia dan juga pejabat negara serta undangan VVIP lainnya," kata Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Dekananto Eko Purwono.
Petugas di lapangan diminta tetap bersiap mengawal jalannya acara hingga selesai secara tertib.
"Ini adalah agenda nasional, sehingga tidak boleh dianggap kegiatan yang normatif atau kegiatan yang biasa-biasa saja," tutur Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Dekananto Eko Purwono.
Sterilisasi area khusus kendaraan pribadi dan bus rombongan juga dipertegas kembali oleh pihak kepolisian.
"Saya perintahkan jam 17.00 sore sudah tidak ada lagi kendaraan roda empat, bus, kecuali tamu VVIP yang masuk di Ring 1 sekitar Monas," kata Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Dekananto Eko Purwono.
Secara terpisah, Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengerahkan 135 personel untuk memantau kelancaran arus lalu lintas di titik-titik strategis sekitar kawasan Monas. Dishub DKI memberlakukan rekayasa lalu lintas situasional di sejumlah ruas jalan utama seperti kawasan Harmoni, Tugu Tani, Bundaran HI, hingga Tanah Abang.
"Dinas Perhubungan mengerahkan 135 personel yang disiagakan di sejumlah titik strategis untuk melakukan pengaturan lalu lintas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kami mengimbau masyarakat agar menyesuaikan rute perjalanan, memanfaatkan angkutan umum maupun kantong parkir yang telah disediakan, serta mengikuti arahan petugas di lapangan agar kegiatan dapat berlangsung tertib dan mobilitas masyarakat tetap terjaga," kata Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, Budi Awaluddin.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyediakan kantong parkir berkapasitas total 3.755 mobil dan 5.105 sepeda motor di 19 lokasi, di antaranya Pelataran Parkir IRTI Monas, Stasiun Gambir, Masjid Istiqlal, dan Lapangan Banteng.
"Masyarakat diimbau memanfaatkan kantong parkir yang telah disediakan dan tidak memarkirkan kendaraan di badan jalan agar tidak mengganggu kelancaran arus lalu lintas," jelas Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, Budi Awaluddin.
Dishub DKI menegaskan operasional armada Transjakarta tetap berjalan normal untuk memfasilitasi peserta zikir, sembari mengimbau pengguna kereta api jarak jauh menuju Stasiun Gambir agar mengantisipasi pengalihan rute.
"Pelayanan operasional Transjakarta tetap berjalan normal. Apabila terdapat pengalihan arus lalu lintas selama kegiatan berlangsung, layanan akan menyesuaikan dengan pengaturan lalu lintas di lapangan," kata Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, Budi Awaluddin.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow