Pendukung Alex Eala Padati Sesi Latihan US Open 2026

Smallest Font
Largest Font

Ratusan pendukung membawa bendera Filipina dan atribut dukungan memadati tribun lapangan latihan tenis di New York pada Senin malam jelang laga babak pertama US Open 2026 yang dilakoni Alex Eala. Seluruh kursi di area latihan terisi penuh oleh para penggemar sekitar empat jam sebelum petenis berusia 21 tahun itu dijadwalkan bertanding, meskipun sebagian besar dari mereka tidak memiliki tiket pertandingan malam. Antusiasme tinggi ini menyusul pencapaian Eala yang melesat ke peringkat 18 dunia usai mengalahkan Iga Swiatek di Wimbledon dan meraih gelar tunggal tur pertamanya di Washington musim panas ini.

Kehadiran Eala di panggung tenis dunia menjadi daya tarik baru bagi warga keturunan Filipina yang sebelumnya tidak mengikuti olahraga raket tersebut.

Mahasiswi pra-kedokteran New York University asal Laguna, Andrea Belen, mengaku mulai menyukai tenis karena kehadiran sosok yang mewakili identitasnya di lapangan. "Ini menjadi obsesi barunya," kata Belen saat menceritakan ayahnya yang mendadak hobi menonton tenis.

"Ini telah menjadi hobi keluarga," ujar Belen. Belen sengaja datang lebih awal bersama temannya untuk mengamankan tempat duduk di arena latihan sebelum Eala tiba.

Ia menyebut budaya olahraga Filipina selama ini didominasi pria melalui cabang bola basket dan tinju. "Sangat menyenangkan melihat seorang wanita berada di sana," kata Belen. "Selain itu, dia berbicara dalam bahasa asli kami, Tagalog," ujar Belen.

Antusiasme serupa juga ditunjukkan oleh penggemar lintas generasi yang sengaja datang dari luar kota demi menyaksikan Eala dari dekat.

Seorang penggemar asal Orlando, Florida, Ellene Santos, mengaku puas meski hanya bisa melihat Eala memukul bola di sesi latihan. "Saya bahagia sekarang," kata Santos. Selain Santos, rombongan pensiunan perawat yang mengenakan topi bertuliskan instruksi semangat turut meramaikan area latihan sebelum bergerak menuju pintu keluar.

"Saya suka bagaimana Alex menunjukkan bahwa dia sangat bangga berasal dari Filipina," kata Joy Rodriguez.

Rekan Rodriguez, Maria Espiritu, menyebut laga ini sebagai turnamen tenis pertama yang pernah ia kunjungi secara langsung. Penggemar tertua yang hadir, Frances Arespacochaga, sengaja berkendara dari Massachusetts bersama saudaranya demi membawa bendera ke arena.

"Dia sangat cerdas, sangat artikulatif," kata Arespacochaga. "Dalam wawancaranya Anda dapat melihat nilai-nilainya," ujar Arespacochaga.

Dukungan masif bagi atlet nasional dinilai sebagai hal wajar bagi warga Filipina, seperti saat pesenam Carlos Yulo meraih dua medali emas di Olimpiade Paris 2024. "Semua orang menjadi gila," kata Belen merujuk pada sambutan masyarakat terhadap prestasi olahraga negaranya. "Kami bukan negara yang besar jadi emas itu sangat berarti," ujar Belen.

Ia menambahkan bahwa masyarakat Filipina selalu bersuara lantang dalam memberikan dukungan kepada sesama warga negaranya yang bertanding di tingkat internasional.

"Kami sangat bising dalam hal mendukung orang-orang kami," kata Belen.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed