Pemprov DKI Jakarta Tambah Penanaman Ribuan Pohon Tabebuya
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan penambahan penanaman pohon tabebuya di sejumlah titik untuk memperluas ruang terbuka hijau dan memitigasi polusi udara. Fenomena bermekarnya bunga tabebuya saat puncak musim kemarau di Jakarta terjadi pada Rabu (26/8/2026).
Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) DKI Jakarta Fajar Sauri menjelaskan bahwa proses berbunga tabebuya umumnya berlangsung sepanjang Agustus hingga Oktober. Mekarnya bunga ini dipicu oleh cuaca panas.
"Pohon ini membutuhkan pemicu berupa stres air (water stress) di cuaca panas dan kering agar merangsang pembentukan kuncup bunga secara serentak,” ujar Fajar di Jakarta, Rabu (26/8/2026).
Fajar menambahkan bahwa masa puncak mekar bunga asal Amerika Selatan tersebut relatif singkat, yakni berkisar antara satu hingga dua minggu saja sebelum gugur.
"Fokus penambahan diarahkan pada penataan koridor trotoar baru, revitalisasi median jalan arteri/kolektor, penataan kawasan penghijauan di sekitar fasilitas umum, serta perluasan vegetasi peneduh di taman-taman kota baru guna mendukung terwujudnya target luasan RTH dan mitigasi polusi udara,” kata Fajar.
Saat ini populasi pohon bernama latin Handroanthus chrysotrichus tersebut diperkirakan mencapai 4.000 hingga 5.000 pohon yang tersebar di lima wilayah administrasi Jakarta. Penanaman berada di koridor jalan raya, median jalan, jalur hijau pedestrian, hingga taman kota.
Selain menambah jumlah tanaman baru secara berkelanjutan, Distamhut DKI juga terus menjalankan pemeliharaan rutin guna memastikan kesehatan tanaman yang ada.
“Perawatan mencakup pemangkasan dahan mati atau yang mengganggu jalur lalu lintas dan pedestrian, penyiraman serta pemupukan, hingga pengendalian hama dan penyakit,” ucap Fajar.
Guna mencegah perkerasan trotoar merusak sistem perakaran tabebuya, Pemprov DKI Jakarta turut mengatur area resapan tanah di sekitar pangkal batang pohon.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow