Pemerintah Siapkan Bantuan Perbaikan Rumah Korban Gempa Flores

Smallest Font
Largest Font

Pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana bersama Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Timur mempercepat pendataan kerusakan rumah pascagempa magnitudo 7,7 di Flores, seperti dilansir dari Investor Daily pada Senin (24/8/2026).

Proses verifikasi tersebut ditujukan untuk menentukan besaran skema bantuan keuangan serta pembangunan hunian bagi para penyintas bencana secara tepat sasaran.

Skema dana perbaikan disesuaikan berdasarkan kategori dampak bangunan, mulai dari tingkat kerusakan ringan hingga berat yang memerlukan penanganan khusus.

"Adapun rumah yang mengalami kerusakan berat akan mendapatkan penanganan melalui pembangunan hunian tetap (huntap)," ungkap Berton SP Panjaitan, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.

Bagi warga yang huniannya rusak berat, fasilitas kompensasi sewa rumah disiapkan agar masyarakat memiliki tempat tinggal sementara selama masa transisi.

"Penyintas dapat memperoleh dana tunggu hunian sebesar Rp 600 ribu per bulan untuk menyewa rumah sebagai tempat tinggal sementara atau menempati hunian sementara sampai pembangunan huntap dapat diselesaikan," kata Berton, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.

Seluruh tahapan verifikasi teknis dilakukan secara terpadu guna memastikan seluruh alokasi dana penanggulangan terdistribusi dengan akuntabel.

"Proses ini penting untuk memastikan bantuan diterima oleh masyarakat yang berhak sekaligus mendukung percepatan pemulihan pascabencana secara tertib dan akuntabel," imbuh Berton, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.

Sementara itu, sebanyak 84 kepala keluarga mulai meninggalkan lokasi pengungsian di GOR Samador, Maumere, Kabupaten Sikka, untuk kembali ke kediaman masing-masing setelah struktur bangunan dinyatakan aman.

Sebelum meninggalkan tempat penampungan, petugas membagikan paket bahan pokok kepada para warga berdasarkan data administrasi kependudukan.

"Sebelum meninggalkan lokasi pengungsian, para penyintas dipanggil satu per satu berdasarkan data kartu keluarga dan menerima bantuan kebutuhan pokok untuk mendukung mereka selama kembali menjalani aktivitas di rumah masing-masing," kata Berton, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.

Pemulangan pengungsi diselenggrakan oleh tim gabungan yang melibatkan unsur TNI AL, Basarnas, Dinas Sosial, dan Satpol PP. Saat ini masih tersisa 216 kepala keluarga atau 1.053 jiwa yang bertahan di Posko GOR Samador.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed