Pemerintah Perkuat Fondasi Ekonomi Nasional dengan Strategi Transformasi BUMN dan Hilirisasi

Smallest Font
Largest Font

Pemerintah memperkuat fondasi ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global dengan percepatan kebijakan prioritas Presiden, termasuk transformasi BUMN dan hilirisasi sumber daya alam, untuk menjaga pertumbuhan ekonomi stabil dan menguntungkan masyarakat.

Realisasi investasi nasional mencapai Rp1.010,6 triliun dengan pertumbuhan 7,2 persen, sementara ekonomi domestik tumbuh 5,45 persen pada Semester I-2026, dan inflasi dijaga stabil di angka 2,88 persen, menurut dilansir dari Detik Finance.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, menyatakan,

"Pemerintah terus memastikan momentum pertumbuhan ekonomi nasional tetap terjaga melalui penguatan fundamental ekonomi dan percepatan kebijakan prioritas. Berbagai langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperkuat investasi, serta menciptakan sumber pertumbuhan baru," ujar Haryo.

Haryo menambahkan pentingnya arah kebijakan ini di tengah risiko ekonomi global yang dibayang-bayangi geopolitik, krisis energi, dan masalah perdagangan.

Penguatan pengelolaan sumber daya alam juga dilakukan melalui pengembangan Bank Emas yang menampung 153 ton emas dengan nilai kelolaan sekitar Rp360 triliun, serta optimalisasi Devisa Hasil Ekspor (DHE) yang dikelola PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) sebesar USD 14 miliar dalam waktu dua bulan lebih 13 hari.

PT DSI juga memonitor transaksi ekspor lebih dari 6.500 untuk mencegah praktik curang seperti under invoicing dan transfer pricing.

Dari aspek kelembagaan, pemerintah telah menutup 290 entitas BUMN dari total 1.074 perusahaan pelat merah dan anak usahanya, dengan target maksimal 300 entitas BUMN ke depan.

Pengurangan ini berdampak positif pada keuangan negara, dengan laba BUMN melonjak 75,3 persen dari Rp186 triliun pada 2024 menjadi Rp326 triliun pada 2025.

Memasuki 2027, pemerintah menyiapkan sepuluh transformasi besar untuk meningkatkan daya saing, termasuk renovasi 10.000 Puskesmas, revitalisasi 441 RSUD, renovasi sekolah, pembentukan Bursa Komoditas Indonesia, serta optimalisasi aset BUMN.

Proyek lain meliputi pengembangan 100 gigawatt energi surya, Pusat Finansial Internasional di Bali, Danantara Development Management Fund, elektrifikasi mobilitas, dan kebijakan dwi-kewarganegaraan.

Haryo menegaskan,

"Berbagai agenda transformasi yang disiapkan untuk 2027 merupakan bagian dari upaya Pemerintah membangun sumber pertumbuhan baru yang lebih produktif dan berkelanjutan. Melalui penguatan sektor strategis dan peningkatan daya saing, Pemerintah ingin memastikan pertumbuhan ekonomi semakin tinggi sekaligus semakin inklusif," pungkas Haryo.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed