Pemerintah Pacu Ekosistem Digital Demi Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Penguatan ekosistem digital nasional kini menjadi fokus utama pemerintah untuk menopang target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, sebagaimana dilansir dari Detik iNET.
Langkah strategis tersebut tidak hanya berfokus pada perluasan infrastruktur internet, melainkan juga menyasar pengembangan talenta lokal, penarikan investasi teknologi, pembangunan pusat data, hingga sistem keamanan siber.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa pembangunan fondasi digital yang solid merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo agar Indonesia memiliki daya saing tinggi di kancah global.
Di samping persoalan infrastruktur, pemenuhan sumber daya manusia berkeahlian khusus masih menjadi tantangan mendasar yang harus segera diselesaikan demi menyokong kebutuhan industri dalam negeri.
"Karena tanpa ekosistem talenta, semikonduktor atau yang lainnya tidak akan jalan. Kita tidak ingin talenta yang akan mengisi digital harus outsource lagi dari luar negeri," kata Airlangga.
Guna mempercepat pencetakan SDM unggul, pemerintah menjalin kerja sama dengan salah satu perguruan tinggi ternama asal India untuk membuka kampus cabang di Indonesia.
Selain fokus pada penyiapan SDM, pemerintah turut mendorong masuknya investasi teknologi yang mampu membawa efek ganda berupa transfer pengetahuan serta inovasi berkelanjutan.
Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Edwin Hidayat Abdullah, memaparkan enam pilar utama pendorong ekosistem digital.
Pilar tersebut mencakup pemerataan konektivitas jaringan, pembinaan talenta digital, penguatan kolaborasi lintas sektor, peningkatan arus investasi, penyempurnaan regulasi, serta pendorongan iklim usaha yang kondusif.
"Kita butuh investasi yang bukan hanya kapital tetapi juga pengetahuan. Kita butuh teknologi yang inovatif, aman, dan bertanggung jawab. Semua investasi ini harus bermuara pada satu tujuan, yaitu memastikan teknologi tidak hanya menghubungkan Indonesia, tetapi juga melindungi hak masyarakat dan memperkuat masa depan," tutur Edwin.
Sementara itu, Ketua Umum Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel), Sarwoto Atmosutarno, mengingatkan pentingnya akselerasi teknologi agar Indonesia tidak tertinggal dalam persaingan global.
Sarwoto menilai komitmen percepatan perlu diarahkan pada komersialisasi jaringan 5G, pemanfaatan jaringan satelit berbasis non-terrestrial network (NTN), adopsi kriptografi kuantum, hingga perluasan kapasitas data center nasional.
"Indonesia harus loncat segera ke 5G, loncat ke kripto kuantum, kemudian loncat juga ke satelit non-terrestrial network. Kita juga harus mempercepat penyediaan data center yang kapasitasnya memenuhi kebutuhan nasional," ujar Sarwoto.
Persoalan ketahanan siber juga menjadi perhatian serius seiring meningkatnya kompleksitas ancaman yang muncul, termasuk risiko akibat kerentanan internal seperti kebocoran data kredensial, serangan malware, dan kelalaian manusia.
Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Nugroho Sulistyo Budi, menegaskan pentingnya penerapan pendekatan security by design serta resilient by architecture yang didukung sinergi antarlembaga dalam pertukaran informasi ancaman.
Rangkaian agenda pematangan strategi ini menjadi pembahasan utama pada ajang Digital Transformation Indonesia Conference & Expo (DTI-CX) 2026 yang berlangsung pada 5-6 Agustus 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC).
Forum yang mengusung tema "Konektivitas Digital untuk Indonesia Berdaulat" tersebut diselenggarakan sebagai bagian dari peringatan Hari Bhakti Postel ke-81.
Acara ini mempertemukan perwakilan pemerintah, pelaku industri, penyedia teknologi, asosiasi, hingga investor guna merumuskan langkah konkret pengembangan ekosistem digital nasional.
Penyelenggara mencatat target kehadiran lebih dari 13.000 peserta, didukung ratusan pembicara serta ratusan eksibitor teknologi yang memamerkan solusi kecerdasan buatan, cloud computing, data center, hingga infrastruktur digital.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow