PT Pelindo Sinergi Lokaseva Dorong Transformasi Ekosistem Kepelabuhan di Forum ASEAN

Smallest Font
Largest Font

PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PT PSL) berpartisipasi sebagai pembicara dalam CEO Forum pada ajang 24th ASEAN Ports and Logistics 2026 yang berlangsung di Sofitel Kuala Lumpur Damansara, Malaysia, untuk mendukung transformasi ekosistem kepelabuhanan.

Forum ini dihadiri oleh lebih dari 300 eksekutif senior, 35 pembicara kelas dunia, dan 50 exhibitor dari berbagai negara ASEAN, menjadi wadah kolaborasi bagi sektor pelabuhan, logistik, pelayaran, terminal, dan rantai pasok di kawasan Asia Tenggara, dilansir dari Investor Daily.

Direktur Utama PT PSL, Faruq Hidayat, memaparkan tentang tantangan global sektor maritim yang meliputi konflik geopolitik, perubahan jalur pelayaran internasional, volatilitas energi, dan perubahan kebijakan perdagangan yang memengaruhi rantai pasok dunia.

"Ketidakpastian saat ini bukan lagi kondisi sementara, melainkan bagian dari dinamika bisnis global yang berlangsung berkelanjutan. Pelabuhan harus membangun resiliensi agar tetap tumbuh secara berkelanjutan," ujar Faruq.

Faruq menjelaskan dua strategi penting untuk memperkuat ketahanan bisnis pelabuhan, yaitu meningkatkan kinerja pelabuhan dengan digitalisasi layanan, teknologi, standarisasi operasional, dan integrasi data, serta mengintegrasikan pelabuhan dengan kawasan pendukung untuk menciptakan ekosistem industri dan memperkuat konektivitas rantai pasok.

Pengembangan digitalisasi ini meliputi ekosistem pelabuhan terintegrasi mulai layanan marine hingga layanan pendukung seperti WMS, YOS, dan TMS. Hal ini juga mendukung program Pemerintah Indonesia menciptakan One Maritime Data melalui Maritime Ecosystem Platform.

Saat ini, pengembangan integrasi pelabuhan dengan kawasan pendukung sedang berjalan, termasuk Pelabuhan Kuala Tanjung, Ekosistem Kalibaru, Pelabuhan Kijing, Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) di Gresik, dan Tanjung Emas Export Processing Zone (TEPZ) di Semarang.

Keikutsertaan PT PSL dalam forum ini juga menjadi momen untuk memperkenalkan pengalaman Indonesia dalam mentransformasi pelabuhan sebagai bagian dari pembangunan ekosistem industri dan logistik nasional serta membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak dari negara ASEAN.

"Pelindo Sinergi Lokaseva membuka peluang kolaborasi dengan mitra strategis, investor, dan pelaku industri untuk membangun ekosistem pelabuhan dan kawasan yang terintegrasi, inovatif, dan berkelanjutan guna memperkuat konektivitas maritim Indonesia dan ASEAN," tambah Faruq.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed