100 Pekebun Seluma Ikuti Pelatihan Budi Daya Sawit di Bengkulu

Smallest Font
Largest Font

Sebanyak 100 pekebun kelapa sawit dari Kabupaten Seluma mengikuti pelatihan teknis budi daya di Bengkulu pada 19-24 Agustus 2026. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY) bersama BPDP dan Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian untuk meningkatkan produktivitas serta kualitas tandan buah segar (TBS), dilansir dari Investor Daily.

Peningkatan keterampilan ini dinilai krusial karena harga TBS sawit di Bengkulu yang memenuhi standar kualitas telah ditetapkan mencapai Rp3.400 per kilogram (kg). Namun, sebagian penjualan hasil panen petani di lapangan dilaporkan masih terbatas di bawah harga acuan tersebut akibat kualitas buah yang belum optimal.

Materi pelatihan difokuskan pada fondasi teknis perkebunan, seperti pemilihan bibit unggul, pemeliharaan tanaman, pemupukan, pengendalian gulma, konservasi tanah dan air, hingga penerapan good agricultural practices (GAP). Langkah ini diambil untuk mengatasi berbagai masalah kebun rakyat, termasuk tanaman tua yang memerlukan peremajaan dan dampak perubahan iklim.

Penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dianggap sebagai kunci utama dalam membenahi tata kelola perkebunan rakyat yang ada saat ini.

"Karenanya, keberhasilan sawit Indonesia ke depan itu tidak hanya dipengaruhi oleh bibit unggul atau pupuk saja yang digunakan, tetapi juga ditentukan oleh kualitas manusianya, ditentukan oleh SDM," ujar Wakil Direktur AKPY, Idum Satia Santi.

Ia menambahkan bahwa penerapan teknik pengelolaan yang tepat di lapangan memegang peranan paling krusial bagi keberlanjutan hasil panen para petani.

"Produktivitas sawit rakyat tidak semata ditentukan oleh luas lahan, umur tanaman, bibit, atau input produksi. Ada satu faktor yang kerap menjadi penentu di balik semuanya, yakni kemampuan pekebun menerapkan teknik budi daya yang tepat di kebun," ungkap Idum.

Pemerintah daerah setempat turut mendorong para peserta untuk memastikan TBS yang dipanen memenuhi kriteria industri agar mampu bersaing di pasar.

"Terutama dalam memilih bahan tanam yang benar, memberikan pemupukan sesuai kebutuhan, menjaga kesehatan tanaman dan tanah, serta menerapkan praktik budi daya yang baik," kata Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu, Sri Herlin Despita.

Pihaknya berharap seluruh materi yang diajarkan dalam kelas dapat langsung dipraktikkan secara konsisten oleh para petani.

"Kami berharap para pekebun yang ikut pelatihan ini dapat memperoleh ilmu sebanyak-banyaknya dan bisa diterapkan pada proses perkebunan sehari-hari," kata Sri Herlin.

Proses budi daya kelapa sawit membutuhkan kecermatan tinggi pada setiap tahapan produksi guna menghindari penurunan hasil panen.

"Kesalahan pada salah satu tahapan tersebut dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman dan waktu pencapaian produksi," papar Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Seluma, Arian Sosial.

Pemerintah Kabupaten Seluma berharap para peserta dapat membagikan ilmu yang didapat kepada kelompok tani dan komunitas perkebunan di wilayahnya.

"Jika perubahan itu terjadi secara konsisten, ruang kelas tidak lagi sekadar menjadi tempat belajar, tetapi menjadi titik awal bagi peningkatan produktivitas dan kesejahteraan pekebun sawit," tandas Arian.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed