Pedro Acosta Gabung Ducati Lenovo Tanpa Beban Bersama Marc Marquez

Smallest Font
Largest Font

Pembalap muda Spanyol Pedro Acosta siap melangkah ke tim pabrikan Ducati Lenovo pada musim 2027 tanpa merasa terbebankan meski akan berada satu garasi dengan pembalap senior Marc Marquez.

Kepindahan Acosta langsung ke tim utama Borgo Panigale menjadikannya pembalap pertama yang dipromosikan tanpa melewati tim satelit Ducati sejak Jorge Lorenzo pada musim 2017. Saat ini, pembalap Red Bull KTM tersebut menduduki peringkat ketujuh klasemen sementara kejuaraan dunia.

Acosta mengungkapkan pandangannya mengenai perbedaan fase karier antara dirinya dan calon rekan setimnya tersebut saat diwawancarai media Motosan.

"Saya tidak tahu apa yang akan saya temukan di garasi nanti, tapi di sisi lain saya tidak merasa tertekan," ujar Acosta.

Perbedaan usia 11 tahun dan rekam jejak panjang Marquez di kelas utama disikapi Acosta sebagai momentum untuk belajar, alih-alih terbebankan oleh ekspektasi publik.

"Marc berada di akhir kariernya. Saya berada di awal karier saya," kata Acosta.

Pembalap berusia 21 tahun itu menyadari bahwa dirinya masih membutuhkan proses penyesuaian saat berpindah dari atmosfer tim KTM yang sudah dibelanya sejak usia 16 tahun.

"Selain itu, dia sudah mengenal semua orang di tim, sedangkan saya butuh sedikit waktu untuk menyesuaikan diri dengan ritme 'garasi Italia' - begitu saya menyebutnya - karena saya sudah enam tahun bersama KTM," ujar Acosta kepada Motorsport.com.

Kontrak berdurasi minimal dua musim di Ducati memberikan ruang bagi Acosta untuk membangun adaptasi secara bertahap bersama tim barunya.

"Kini benar-benar akan menjadi babak baru dalam hidup saya," kata Acosta.

Ia menegaskan komitmennya untuk memanfaatkan musim pertamanya sebagai masa transisi sebelum mengejar target yang lebih tinggi pada tahun berikutnya.

"Saya tidak merasa tertekan, dan untungnya, [karena] saya akan berada di sana minimal selama dua musim," kata Acosta.

Fokus utamanya di awal kepindahan adalah memahami karakter motor Desmosedici dan ritme kerja di dalam tim.

"Untuk itu, saya akan punya waktu di musim pertama untuk mendapatkan ritme dan kemudian melihat apa yang terjadi di musim kedua," ujar Acosta.

Meski belum resmi berduet, Acosta mengapresiasi kepercayaaan yang diberikan pihak pabrikan Ducati kepada dirinya.

"Saya sangat berterima kasih karena meskipun belum memenangkan balapan, mereka tetap memikirkan saya untuk menjadi bagian dari proyek ini," ujar Acosta.

Ia menolak untuk terlalu memikirkan hasil balapan sebelum benar-benar menjajal kendaraan barunya di lintasan.

"Saya hanya ingin tiba di hari Minggu setelah Valencia dan melihat apa yang bisa saya lakukan," katanya.

Rasa hormat Acosta terhadap Marquez dipicu oleh daya juang sang senior yang berhasil bangkit dari rentetan cedera parah dan operasi besar.

"Kita tahu seberapa besar bakat Marc. Kita tahu seberapa cepat dia bisa melaju," ujar Acosta.

Menurutnya, ketangguhan mental Marquez dalam melewati masa-masa sulit merupakan bukti nyata dari kualitas seorang juara dunia.

"Seberapa besar dia bisa menderita, itu yang paling membuat saya terkesan," katanya.

Sering dibandingkan dengan Marquez sejak berbalap di kelas Moto3, Acosta memilih tidak memusingkan berbagai spekulasi media.

"Saya bukan orang yang banyak membaca tentang diri saya sendiri," ucap Acosta.

Di sisi lain, kolaborasi antara Marquez dan Acosta berpotensi memicu pergeseran sponsor besar. Laporan jurnalis senior Ricard Jové yang dilansir TMCBlog menyebutkan bahwa sponsor Red Bull berpeluang menjadi sponsor utama Ducati Lenovo pada musim 2028, setelah kontrak eksklusif Ducati dengan Monster Energy berakhir pada akhir musim 2027.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed