Dampak Cedera Lengan Paksa Marc Marquez Ubah Kebiasaan Tidur

Smallest Font
Largest Font

Cedera patah tulang lengan atas kanan yang dialami Marc Marquez pada musim 2020 di Spanyol terus memberikan dampak jangka panjang bagi kehidupannya. Meski telah bangkit dan meraih gelar juara dunia, pembalap Ducati tersebut masih harus berjuang mengatasi rasa sakit yang tersisa. Perjuangan pemulihan cedera Marquez membutuhkan proses yang sangat panjang.

Seperti dilansir dari Detik Sport, pembalap asal Spanyol ini tercatat harus melewati empat kali prosedur operasi dalam kurun waktu dua tahun setelah insiden kecelakaan tersebut. Tangan kanan sang pembalap kini tidak dapat berfungsi secara normal seperti sedia kala. Kondisi fisik ini memaksa Marquez untuk menghentikan sejumlah aktivitas kegemarannya, termasuk olahraga padel.

Keterbatasan fisik yang dialami Marquez bahkan memengaruhi aktivitas harian paling mendasar, termasuk posisi tidur di malam hari. Penyesuaian ketat harus dilakukan demi menghindari rasa sakit yang berlebih pada lengan kanannya.

"Saya harus sangat berhati-hati untuk tidur miring ke kiri atau telentang di malam hari," ujarnya. "Dulu saya sering bermain padel, tapi sekarang tidak lagi menggunakan lengan kanan. Saya sempat mencoba belajar bermain dengan lengan kiri, tapi itu mustahil," paparnya.

Masalah fisik Marquez sempat bertambah saat dirinya mengalami insiden jatuh di Sirkuit Mandalika, Indonesia pada 2025. Peristiwa yang terjadi beberapa hari setelah ia mengunci gelar juara dunia MotoGP ketujuh tersebut memicu cedera bahu. Dampak cedera bahu itu sempat menahan laju performanya pada awal musim 2026. Kendati demikian, Marquez berhasil menemukan kembali performa terbaiknya saat memasuki pertengahan musim bersama Ducati.

Untuk mempertahankan kestabilan fisiknya, Marquez bergantung penuh pada perawatan medis rutin. Terapi fisik berkala menjadi satu-satunya jalan agar ia bisa menjalani aktivitas harian dengan minim gangguan. "Dalam kehidupan sehari-hari, saya tidak memiliki banyak keterbatasan fisik selama saya merawatnya dengan cara yang tepat.

Saya pergi ke fisioterapis lebih sering daripada yang saya inginkan," jelasnya. "Itu satu-satunya cara untuk menjalani hidup normal," ungkapnya.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed