OpenAI Peluncuran Fitur Health di ChatGPT Secara Luas di AS
OpenAI resmi meluncurkan fitur Health di ChatGPT secara luas untuk seluruh pengguna di Amerika Serikat pada Kamis, 23 Juli 2026. Layanan ini memungkinkan pengguna menghubungkan data rekam medis elektronik dan aplikasi kesehatan langsung ke dalam sistem bot pintar tersebut.
Pengembangan fitur ini ditujukan untuk membantu pengguna memahami informasi kesehatan yang sering kali tersebar di berbagai portal pasien, rekam medis, serta perangkat pintar. OpenAI mencatat lebih dari 300 juta orang mengakses ChatGPT setiap minggu untuk mengajukan pertanyaan seputar kesehatan, melonjak pesat dibandingkan data awal tahun yang mencatat 230 juta pengguna per minggu.
Integrasi ini mencakup data dari Apple Health serta sistem rekam medis elektronik rumah sakit yang terhubung dengan Epic, Oracle Health, One Medical, dan Function Health. Integrasi tersebut bekerja dengan memberikan rincian kondisi medis berdasarkan izin aktif yang diberikan oleh pengguna.
Wakil Presiden Produk Kesehatan OpenAI, Ashley Alexander, menyampaikan penjelasan mengenai latar belakang peluncuran fitur integrasi kesehatan ini kepada publik.
"Kenyataannya, kita hidup di masa ketika tidak semua orang memiliki akses ke perawatan yang berkualitas atau perawatan yang tepat waktu. Rata-rata janji temu dokter di Amerika Serikat kurang dari 15 menit. Anda sering kali dibiarkan sendiri untuk memilah banyak informasi yang terfragmentasi untuk memahami semuanya dan mencoba menavigasi langkah selanjutnya," ujar Ashley Alexander, VP Produk Kesehatan di OpenAI.
Ia menambahkan bahwa layanan percakapan pintar membantu masyarakat dalam mempersiapkan diri sebelum berkonsultasi langsung dengan tenaga medis profesional.
"Percakapan sangat membantu orang-orang dalam mempersiapkan janji temu dokter tersebut, mempersiapkan langkah selanjutnya, mencerna informasi, dan membangun rutinitas harian yang lebih sehat," kata Ashley Alexander, VP Produk Kesehatan di OpenAI.
Peluncuran luas ini juga didukung oleh peningkatan kemampuan model AI terbaru, yaitu GPT-5.5 Instant dan GPT-5.6 Sol. Model GPT-5.6 Sol dirancang khusus untuk pengguna berbayar guna menganalisis tugas-tugas penalaran medis yang lebih kompleks serta memahami riwayat hasil laboratorium secara mendalam.
Pemimpin Jaringan Dokter di OpenAI, Rebecca Soskin Hicks, M.D., menjelaskan proses pengujian evaluasi medis yang melibatkan ratusan penasihat dokter global dari 60 negara.
"Sebuah model tidak hanya harus mampu menjawab pertanyaan kesehatan atau medis buku teks dengan baik. Mereka harus mampu menjawab pertanyaan dunia nyata dari pengguna nyata, dan melakukan ini dengan cara yang masuk akal. Kita harus menguji situasi yang ambigu, berantakan, berisik, dan tidak teridentifikasi secara pasti," ujar Rebecca Soskin Hicks, M.D, dokter anak dan pemimpin jaringan dokter di OpenAI.
Ia menegaskan bahwa evaluasi kemampuan kecerdasan buatan kini dilakukan bersamaan dengan integrasi data riwayat kesehatan pengguna secara langsung.
"Dan sekarang kami mengevaluasi kemampuan model untuk melakukan ini dengan informasi yang terhubung, jadi bukan hanya pengguna yang menanyakan pertanyaan kesehatan, tetapi pengguna yang menanyakan pertanyaan kesehatan yang juga memiliki data kesehatan terhubung, baik melalui rekam medis elektronik atau konektor lainnya," kata Rebecca Soskin Hicks, M.D, dokter anak dan pemimpin jaringan dokter di OpenAI.
Ia pun menekankan komitmen perusahaan dalam bekerja sama dengan komunitas medis untuk menetapkan standar kualitas jawaban AI.
"Kami sedang melintasi anak tangga dari tangga generasi bukti kami yang terus kami tingkatkan dan terus berkolaborasi erat dengan komunitas dokter kami, yang benar-benar mendefinisikan seperti apa bentuk hasil yang baik," ujar Rebecca Soskin Hicks, M.D, dokter anak dan pemimpin jaringan dokter di OpenAI.
Di sisi keamanan, OpenAI menegaskan bahwa seluruh data riwayat kesehatan dan Apple Health yang terhubung dienkripsi secara ketat. Data kesehatan pengguna dipastikan tidak digunakan untuk melatih model dasar OpenAI ataupun penargetan iklan.
Namun, sebuah gugatan hukum diajukan pada Rabu, 22 Juli 2026, oleh Scott Winters di Florida yang meminta penghentian operasional produk konsumen terkait kesehatan milik OpenAI. Scott Winters mengklaim bahwa versi lama ChatGPT memberikan saran medis yang tidak akurat hingga menyebabkan penanganan medisnya tertunda pada tahun 2025.
Merespons adanya gugatan hukum tersebut, Ashley Alexander memberikan tanggapan terkait fokus perusahaan terhadap manfaat luas fitur AI bagi masyarakat.
"Kami berpikir bahwa memperlakukan chatbot sebagai keseluruhan cerita di balik keputusan medis orang-orang sangat menyederhanakan segalanya di sini," kata Ashley Alexander, VP Produk Kesehatan di OpenAI.
Ia menilai penekanan pada satu kasus berisiko menghambat penyebaran teknologi yang membawa dampak positif.
"Ini benar-benar berisiko menghalangi kita untuk mendapatkan dampak menguntungkan dari hal ini di tangan sebanyak mungkin orang, dengan cara yang benar-benar dapat membantu mereka dalam perjalanan kesehatan mereka," ujar Ashley Alexander, VP Produk Kesehatan di OpenAI.
Pendapat lain disampaikan oleh akademisi medis, Dr. Robert Wachter dari University of California, San Francisco. Ia menilai model kecerdasan buatan saat ini jauh lebih dapat dipercaya dibandingkan versi sebelumnya.
"Kita tidak seharusnya membandingkan mereka dengan beberapa keadaan kesempurnaan mitos (yang jelas tidak dicapai oleh sistem saat ini) melainkan dengan alternatifnya," kata Dr. Robert Wachter, Profesor dan Ketua Departemen Kedokteran di University of California, San Francisco.
Ia menganggap kehadiran alat bantu kecerdasan buatan memberikan peningkatan performa dari kondisi yang ada saat ini.
"Saya pikir mereka jauh lebih baik daripada status quo dalam banyak situasi dan menjadi lebih baik dengan cepat," ujar Dr. Robert Wachter, Profesor dan Ketua Departemen Kedokteran di University of California, San Francisco.
Penggunaan fitur Health di ChatGPT bersifat opsional bagi pengguna berusia 18 tahun ke atas. Pengguna memegang kendali penuh untuk menyambungkan atau memutuskan tautan rekam medis mereka kapan saja melalui pengaturan aplikasi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow