Acer Medical Bidik Indonesia Jadi Pasar Utama AI Kesehatan
Acer Medical Inc. menetapkan Indonesia sebagai sasaran utama pengembangan teknologi kesehatan digital berbasis kecerdasan buatan. Langkah ini diambil untuk mengatasi keterbatasan layanan medis di wilayah kepulauan, dilansir dari Investor Daily.
Chief Executive Officer Acer Medical Inc. Allen Chia En Lien memaparkan bahwa posisi Indonesia sangat strategis berkat jumlah penduduk yang masif. Wilayah yang membentang luas menjadikan teknologi kecerdasan buatan sebagai solusi realistis untuk meningkatkan jangkauan penanganan medis.
"Indonesia adalah pasar yang sangat besar dengan populasi yang melimpah. Banyak masyarakat yang tinggal di pulau-pulau terpencil, sehingga penerapan AI sangat masuk akal untuk membantu memperluas jangkauan layanan kesehatan," ujar Allen saat menerima delegasi media Kebijakan Baru ke Arah Selatan (New Southbound Policy/ NSP) di Kantor Acer Medical Inc., Kota New Taipei, Senin (24/8/2026).
Layanan berbasis sistem kecerdasan buatan dari perusahaan asal Taiwan ini difokuskan pada pemantauan glaukoma, komplikasi diabetes, gangguan pergerakan, hingga penyakit lansia. Guna memperlancar integrasi teknologi tersebut, mereka mengupayakan kemitraan bersama distributor serta pihak lokal di tanah air.
"Saat ini fokus kami memang lebih banyak di kawasan ASEAN, kami belum menembus pasar Eropa atau Amerika Serikat (AS)," tambah Allen.
Pengoperasian sistem komputasi berkapasitas tinggi membutuhkan dukungan energi serta sarana fisik yang memadai. Sekretaris Jenderal International Cooperation and Development Fund (ICDF) Taiwan Yu-Lin Huang menyampaikan bahwa biaya pembangunan fasilitas komputasi berdaya 1 gigawatt dapat melampaui 30 miliar dolar AS.
Kemitraan Taiwan dengan Paraguay dalam mengoperasikan pusat data AI bertenaga hidro 2 gigawatt menjadi model percontohan. Skema alih teknologi berbasis sumber daya energi bersih ini dinilai potensial untuk diterapkan di Indonesia.
"Untuk Indonesia, kita perlu memperkuat hubungan bilateral. Kami ingin bekerja sama di bidang teknologi tinggi karena perkembangan Indonesia sangat cepat. Namun, investasi di sektor ini masih perlu ditingkatkan, dan saya berharap kita bisa mengeksplorasi kerja sama tersebut di masa depan," tutur Huang.
Akselerasi Layanan Medis Inklusif
Langkah ekspansi tersebut sejalan dengan upaya transformasi digital yang dicanangkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin sebelumnya mengungkapkan bahwa penggunaan sistem AI mampu meningkatkan efisiensi operasional rumah sakit dan menekan durasi perawatan pasien.
Kesenjangan sarana kesehatan dan minimnya tenaga dokter spesialis di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) masih menjadi tantangan mendasar. Pemanfaatan platform pemindaian presisi tinggi secara jarak jauh diharapkan mempercepat penanganan penyakit kritis bagi seluruh lapisan masyarakat.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow