Layanan OpenAI ChatGPT dan API Alami Gangguan Global
Layanan inti OpenAI, seperti ChatGPT, API pengembang, dan asisten pengkodean Codex, mengalami gangguan akses secara global pada pagi 25 Juli 2026. Gangguan ini dilaporkan oleh pengguna dari Amerika Serikat, India, Australia, hingga Eropa dan Jepang, dengan masalah seperti percakapan yang tidak dapat dimuat, riwayat chat yang tidak bisa diakses, serta permintaan yang gagal dijalankan. Menurut halaman status insiden OpenAI, mereka sedang menyelidiki masalah tersebut, tetapi belum mengidentifikasi penyebab atau memberikan perkiraan waktu pemulihan.
Pengamatan data pengguna menunjukkan kegagalan yang hampir bersamaan terjadi di berbagai wilayah, bukan gangguan regional. Laporan dari tracker DownDetector menunjukkan lonjakan keluhan mulai sekitar pukul 05:11 waktu ET, terutama terkait ChatGPT, aplikasi mobile OpenAI, dan Codex.
Keluhan umum meliputi permintaan yang tidak merespon, percakapan dan proyek yang gagal dimuat, serta sesi login yang terputus. Gangguan ini menandakan masalah di lapisan bersama yang digunakan oleh semua produk, seperti autentikasi atau infrastruktur layanan, bukan pada satu layanan tertentu, menurut analisis pola gangguan.
Untuk bisnis OpenAI, gangguan pada API dan Codex memiliki dampak besar karena banyak startup dan perusahaan mengandalkan API tersebut untuk mengintegrasikan model AI ke dalam perangkat lunak dan alat internal mereka. Gangguan ini menyebabkan fitur yang bergantung pada model AI tidak berfungsi dan pekerjaan pengembangan perangkat lunak terhenti hingga layanan pulih.
Industri AI yang mengandalkan beberapa penyedia inference besar menghadapi risiko operasional ketika layanan utama seperti OpenAI mengalami gangguan, karena kapasitas besar yang tersedia menjadi tidak berguna saat layanan tidak dapat diakses. Dalam beberapa bulan terakhir, OpenAI mencatat tingkat ketersediaan ChatGPT sekitar 99,7 persen, lebih rendah dibanding API yang mencapai 99,9 persen, menunjukkan bahwa antarmuka pengguna konsumen lebih rentan mengalami gangguan. Frekuensi gangguan yang berulang menjadi perhatian bagi perusahaan yang mengandalkan layanan ini, karena hal tersebut dapat memengaruhi keputusan arsitektur teknologi mereka, seperti penggunaan cadangan multi-penyedia atau model yang di-host sendiri.
OpenAI saat ini masih menangani insiden ini tanpa informasi penyebab dan waktu pemulihan yang pasti. Keputusan untuk mempublikasikan laporan pascainsiden akan menentukan seberapa banyak informasi yang bisa diketahui pasar mengenai penyebab gangguan ini.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow