OJK Catat Pembiayaan UMKM Capai Rp 1948 Triliun per Juni 2026

Smallest Font
Largest Font

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total pembiayaan untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lintas sektor jasa keuangan menyentuh Rp 1.948,72 triliun pada Juni 2026, sebagaimana dilansir dari Detik Finance.

Capaian tersebut mencatatkan pertumbuhan sebesar 2,16 persen secara tahunan (year on year/yoy) yang ditopang oleh kinerja seluruh sektor jasa keuangan.

"Data OJK menunjukkan bahwa pada Juni 2026, total pembiayaan UMKM lintas sektor mencapai angka Rp 1.948,72 triliun, tumbuh sebesar 2,16% year on year," ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae dalam acara UMKM Finance Summit 2026, Selasa (11/8/2026).

Sektor pasar modal mencatatkan lonjakan pembiayaan UMKM tertinggi dibanding sektor lain dengan kenaikan 12,25 persen yoy. Sementara itu, sektor PVML (perusahaan pembiayaan, modal ventura, LKM, dan LJK lainnya) tumbuh 7,03 persen yoy, dan perbankan tumbuh 1,21 persen yoy.

Khusus sektor perbankan, penyaluran kredit UMKM tercatat sebesar Rp 1.519,35 triliun atau porsinya mencapai 16,73 persen dari total kredit nasional. Rasio NPL kredit UMKM perbankan berada di level 4,54 persen dengan pertumbuhan 1,05 persen yoy.

"Pada periode yang sama, tantangan pembiayaan UMKM pada dasarnya tidak semata-mata merupakan persoalan ketersediaan dana, namun juga keterhubungan antara berbagai komponen dalam suatu ekosistem yang utuh dan terintegrasi," ujar Dian Ediana Rae.

Banyak pelaku usaha kecil yang belum dapat menjangkau akses pembiayaan formal akibat kendala keterbatasan kapasitas usaha, aspek legalitas, hingga pencatatan keuangan. Selain itu, keterbatasan akses informasi pasar dan keterhubungan dengan rantai pasok turut menjadi hambatan utama.

Di sisi lain, berbagai program bantuan dan pemberdayaan dari pemerintah maupun industri keuangan masih memerlukan sinergi yang lebih solid agar dampaknya optimal.

"Merespons kondisi tersebut, OJK memandang perlu pendekatan yang lebih terintegrasi melalui pengembangan ekosistem pembiayaan dan pemberdayaan UMKM dengan memanfaatkan seluruh tahapan pengembangan usaha, mulai dari peningkatan kapasitas, pendampingan, akses pasar, digitalisasi, hingga pembiayaan yang sesuai dengan siklus dan karakteristik usaha," kata Dian Ediana Rae.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed