NASA Meluncurkan Teleskop Luar Angkasa Nancy Grace Roman
NASA resmi meluncurkan Teleskop Luar Angkasa Nancy Grace Roman menggunakan roket SpaceX Falcon Heavy dari Kennedy Space Center di Florida pada hari Minggu. Peluncuran observatorium raksasa ini bertujuan mengamati objek kosmis redup serta memetakan alam semesta, sebagaimana dilansir dari Detik iNET.
Teleskop seukuran bus bernilai USD 4,3 miliar atau sekitar Rp 76 triliun ini membutuhkan waktu tiga bulan untuk mencapai lokasi orbitnya di Titik Lagrange 2, sejauh 1,6 juta kilometer dari Bumi. Setelah beroperasi penuh, instrumen ini bertugas mendeteksi materi gelap, energi gelap, galaksi baru, hingga eksoplanet dan planet pengembara.
Pengembangan observatorium ruang angkasa tersebut telah berjalan selama kurang lebih satu dekade. NASA merancang teleskop ini agar memiliki kecepatan pemetaan hingga 1.000 kali lebih tinggi dibandingkan Teleskop Luar Angkasa Hubble.
"Roman akan memberikan Bumi atlas alam semesta yang baru," kata Jared Isaacman, Administrator NASA.
Area pengamatan yang luas memungkinkan teleskop merekam berbagai fenomena antariksa yang tidak bisa ditangkap oleh observatorium terdahulu. Bidang pandang instrumen lebar milik teleskop ini mampu mencakup area 100 kali lebih besar daripada Hubble.
"Ketika Anda mengembangkan alat yang sangat berbeda dari apa pun sebelumnya, Anda akan meyakini bahwa ada hal-hal yang tidak Anda ketahui berada di luar sana," kata Dominic Benford, Ilmuwan Program Roman di NASA.
Perencanaan survei astronomi berbasis antariksa ini mengambil nama dari Dr. Nancy Grace Roman, Kepala Astronomi Pertama NASA pada era 1960-an. Pengamatan berdurasi lima tahun tersebut dijadwalkan mulai mengirimkan citra perdana pada bulan Januari sebelum menggelar pencitraan panorama penuh.
"Ini merupakan sensus terbesar terhadap planet di Bima Sakti," kata Dr. Julie McEnery, Ilmuwan Proyek Roman.
Melalui observasi ini, para peneliti memproyeksikan penemuan miliaran galaksi serta pengamatan ledakan supernova secara serentak. Data tersebut diharapkan dapat memecahkan rahasia percepatan perluasan alam semesta yang terdeteksi sejak 6 miliar tahun lalu serta mengidentifikasi materi gelap yang menyusun 85 persen materi kosmos.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow