MUI Ingatkan Risiko Pemblokiran Rekening Aktivis terhadap Kepercayaan Publik
Penulis : Akmal Al Hamdhi 25 Aug 2026 | 18:38 WIB
Warga mengambil uang melalui mesin anjungan tunai mandiri (ATM) di kawasan Jagakarsa, Jakarta, belum lama ini. (ANTARA FOTO/Rakha Raditya Yahya)
JAKARTA, investor.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengingatkan pemblokiran rekening aktivis yang hendak melakukan unjuk rasa berpotensi menimbulkan persoalan lebih luas terhadap kepercayaan masyarakat kepada perbankan. Jika kepercayaan publik terganggu, risiko penarikan dana secara besar-besaran atau rush money dinilai tidak dapat diabaikan.
Wakil Ketua Umum MUI, Buya Anwar Abbas, menilai pemblokiran rekening warga yang hendak menyampaikan aspirasi sama dengan menghalangi hak konstitusional untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Menurut dia, akses finansial tidak semestinya digunakan untuk menghambat warga menjalankan hak tersebut.
“Memblokir rekening orang yang akan berdemonstrasi sama saja artinya dengan mencegah dan menghalangi warga negara mempergunakan haknya. Langkah ini juga merampas hak warga untuk hidup sejahtera dan bertentangan dengan amanat konstitusi,” tegas Buya Anwar dalam keterangan resmi, Selasa (25/8/2026).
Anwar Abbas mengimbau pemerintah dan aparat penegak hukum menghentikan praktik pemblokiran rekening terhadap warga yang ingin menyampaikan aspirasi melalui demonstrasi. Ia menilai langkah tersebut memiliki daya rusak yang besar.
“Saya menghimbau agar pihak pemerintah atau aparat jangan sampai melakukan pemblokiran terhadap rekening nasabah yang ingin unjuk rasa karena itu daya rusaknya cukup besar,” tegasnya.
Lebih lanjut, Anwar mengingatkan perbankan merupakan lembaga intermediasi yang sangat bergantung pada reputasi dan kepercayaan masyarakat. Karena itu, intervensi terhadap rekening nasabah tanpa dasar hukum yang jelas dinilai dapat menggerus kepercayaan publik terhadap perbankan.
Menurut dia, hilangnya kepercayaan terhadap perbankan dapat menimbulkan dampak serius. Ia mengingatkan kembali pengalaman krisis 1998 ketika kepercayaan masyarakat terhadap sektor perbankan runtuh dan mendorong penarikan simpanan secara besar-besaran.
“Pemicu krisis waktu itu adalah hilangnya kepercayaan kepada dunia perbankan. Masyarakat kemudian berbondong-bondong menarik tabungannya dan dunia perbankan kolaps,” ujarnya.
Anwar menilai kondisi serupa perlu dihindari karena penarikan dana secara massal atau rush money dapat memicu tekanan likuiditas dan mengancam stabilitas sistem keuangan.
“Tindakan tersebut jelas tidak etis dan akan merusak kepercayaan masyarakat kepada bank. Bila bisnis jasa perbankan kehilangan kepercayaan publik, dampaknya bisa memantik rush dan merusak masa depan dunia perbankan serta ekonomi nasional,” ujarnya.
Anwar menegaskan dampak pemblokiran rekening tidak hanya dirasakan oleh nasabah yang bersangkutan. Menurut dia, persoalan tersebut berpotensi merembet ke perekonomian secara lebih luas, mulai dari mengganggu ekonomi keluarga hingga mengancam stabilitas perbankan nasional.
Sebagai informasi, rekening Bank Mandiri milik Supriyono, koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), diblokir menjelang aksi penyampaian aspirasi warga Pati di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Jakarta, Jumat (21/8/2026).
Rekening tersebut dilaporkan memiliki dana sekitar Rp 80,9 juta yang berasal dari uang pribadi dan donasi masyarakat untuk kebutuhan peserta aksi. Bank Mandiri menyebut pemblokiran dilakukan atas permintaan aparat penegak hukum.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
OJK Pastikan Dana Nasabah Aman di Bank
OJK Buka Suara Soal Rekening Aktivis Pati di Bank Mandiri
Kurs Dolar AS di BCA, Bank Mandiri, BRI & BNI Hari Ini Selasa 25 Agustus 2026
Rekening Aktivis Pati Diblokir, DPR Minta Nasabah Tak Perlu Khawatir
DPR akan Panggil Bank Mandiri soal Rekening Aktivis Pati yang Diblokir
Finance 3 menit yang lalu Awas Risiko Sistemik di Balik Pemblokiran Rekening Aktivis MUI mengingatkan pemblokiran rekening nasabah dapat merembet ke kepercayaan publik dan stabilitas perbankan nasional.
International 11 menit yang lalu Prancis dan Arab Saudi Garap Taman Hiburan Dragon Ball Z Bernilai US$7 Miliar Prancis dan Arab Saudi menyiapkan taman hiburan Dragon Ball Z senilai US$7 miliar dekat Paris, dengan potensi 22.000 lapangan kerja.
National 16 menit yang lalu Presiden Prabowo Resmikan 14 Proyek PLTS Berkapasitas 5,3 GW Presiden Prabowo resmikan 14 proyek PLTS berkapasitas 5,3 GW senilai Rp135 triliun untuk tingkatkan energi terbarukan di Indonesia.
Macroeconomy 18 menit yang lalu Karhutla Bisa Tekan Ekonomi, Ini Efek Berantainya Karhutla tak hanya merusak lingkungan, tetapi juga berisiko mengganggu kesehatan, produktivitas, transportasi, hingga pangan.
International 34 menit yang lalu Bitcoin (BTC) Tembus US$ 80.000, Sentimen Positif Gairahkan Pasar Kripto Harga Bitcoin (BTC) tembus US$ 80.000 didorong arus masuk ETF AS dan pelemahan dolar AS. Pasar kripto menguat usai likuidasi miliaran dolar.
Macroeconomy 35 menit yang lalu Kementrans Ubah Konsep Transmigrasi, Lapangan Kerja Dibangun Lebih Dulu Kementrans mengubah konsep transmigrasi dengan membangun lapangan kerja, investasi, dan ekonomi kawasan sebelum masyarakat pindah.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow