Pabrik Baterai EV CATIB di Karawang Rampung dan Siap Diresmikan

Smallest Font
Largest Font

Pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik milik PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB) di Karawang, Jawa Barat, telah selesai dan siap diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada Agustus 2026. Fasilitas produksi ini menjadi pabrik baterai EV berskala besar kedua di Indonesia setelah fasilitas PT Hyundai LG Indonesia (HLI) Green Power.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa kesiapan operasional pabrik tersebut kini hanya tinggal menunggu penyesuaian jadwal dari Presiden.

"Sudah siap diresmikan. Kita tinggal menunggu waktu yang tepat dari Bapak Presiden. Pabriknya sudah jadi. Kalau teman-teman mau lihat, silahkan," kata Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.

Penyiapan ekosistem industri ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat struktur hilirisasi nikel secara menyeluruh di dalam negeri.

"Jadi sudah ada dua pabrik baterai yang kita bangun ya. Satu adalah LG di saat saya masih jadi Menteri Investasi. Satu adalah CATL di saat saya sudah jadi Menteri ESDM. Ini yang disebut dengan hilirisasi yang ekosistem baterainya kita bangun semua di negara kita," kata Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.

"Hilirisasi khusus untuk hilirisasi nikel, ekosistem baterai mobil yang tahun kemarin di groundbreaking oleh Bapak Presiden Prabowo di Karawang yang punya CATL direncanakan pada semester 1 2026 itu sudah kita resmikan," kata Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.

PT CATIB sendiri merupakan perusahaan patungan antara Indonesia Battery Corporation (IBC) dan Ningbo Contemporary Brunp Lygend Co. Ltd. (CBL), anak usaha dari produsen baterai asal China, CATL. Direktur Utama IBC Aditya Farhan Arif menjelaskan bahwa pabrik ini difokuskan pada tahap akhir rantai nilai nikel dan telah melakukan uji coba produksi.

"Jadi pada prinsipnya buyer sudah siap sehingga nanti ketika siap untuk komersial itu memang kita sudah langsung berproduksi secara komersial. Jadi sebetulnya saat ini trial-trial production juga sudah berjalan di pabrik PT CATIB ini," kata Aditya Farhan Arif, Direktur Utama IBC.

Fasilitas yang berdiri di kawasan Artha Industrial Hill dan Karawang New Industry City ini memiliki kapasitas tahap awal sebesar 6,9 GWh dan direncanakan bakal diekspansi hingga 15 GWh.

"Kapasitas CATIB ini kan di fase pertama ini 6,9 GWh dan akan segera kita ekspansi ke minimal setidaknya 15 GWh. Kalau kita konversi 15 GWh itu menjadi kendaraan listrik itu kurang lebih ekuivalen dengan sekitar 250 ribu kendaraan listrik," kata Aditya Farhan Arif, Direktur Utama IBC.

Manajemen perusahaan menargetkan komersialisasi secara penuh dapat berjalan pada kuartal III 2026 dengan menghasilkan battery cell, module, pack, hingga Battery Energy Storage System (BESS).

"Kami memproduksi baterai kendaraan listrik dan sistem penyimpanan energi sebagai bagian dari upaya mendorong transportasi serta industri hijau," kata Bayu Hermawan, Director of Corporate Public Affairs PT CATIB.

Di tempat terpisah, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turut menyoroti perkembangan industri manufaktur hijau di wilayah Karawang, khususnya terkait penguatan infrastruktur dan penyerapan tenaga kerja lokal.

"Alat berat adalah kebutuhan mendasar dalam pembangunan infrastruktur. Jika diproduksi di dalam negeri, biayanya akan jauh lebih kompetitif dibandingkan produk impor," kata Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat.

Gubernur juga mendorong efisiensi rantai distribusi agar hasil industri ramah lingkungan dapat dinikmati pasar secara optimal.

"Kami berharap regulasi dapat mendukung agar industri dapat mendistribusikan langsung kepada konsumen tanpa perantara yang panjang sehingga harga menjadi lebih terjangkau," kata Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat.

Pemerintah Daerah Jawa Barat menginstruksikan penyelenggaraan pelatihan vokasi untuk menyiapkan SDM lokal di sekitar kawasan industri Karawang.

"Kami meminta seluruh jajaran Pemprov Jabar segera mengidentifikasi siswa SMA atau SMK kelas 12 untuk diberikan pelatihan vokasi. Tujuannya agar setelah lulus mereka langsung menjadi tenaga kerja terampil yang siap bekerja," kata Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat.

Program pengembangan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kualitas taraf hidup masyarakat daerah secara berkelanjutan.

"Peningkatan IPM akan berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Tetapi warga juga harus dididik memiliki semangat entrepreneurship sehingga tidak hanya menjadi karyawan, tetapi juga mampu berkembang menjadi pengusaha," kata Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat.

Proyek ekosistem baterai terintegrasi yang melibatkan Antam, IBC, dan CBL ini mencakup total nilai investasi hingga US$5,9 miliar dengan rantai pasok dari pertambangan nikel, smelter HPAL dan RKEF, produksi material katoda, pabrik sel baterai, hingga fasilitas daur ulang baterai.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed