Menkop Ferry Juliantono Respons Koperasi Melawai Untung Rp 78 Ribu
Menteri Koperasi Ferry Juliantono memberikan tanggapan mengenai isu Koperasi Kelurahan Merah Putih di Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, yang hanya membukukan keuntungan sebesar Rp 78 ribu selama enam bulan beroperasi dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta Pusat pada Rabu (15/7/2026).
Kinerja keuangan koperasi tersebut mendapat sorotan tajam karena dinilai tidak sebanding dengan modal awal yang telah dikucurkan yang mencapai miliaran rupiah, seperti dilansir dari Detik Finance.
Ferry menjelaskan bahwa entitas yang berada di wilayah Jakarta Selatan tersebut didirikan secara independen oleh pihak kepengurusan setempat.
"Kemudian yang di melawai mungkin tadi yang disampaikan tadi. Jadi ada beberapa teman-teman dari anggota Komisi 6 tadi yang menyampaikan juga ramai. Contoh kasus yang pendapatannya cuma berapa?
Rp 78.000 itu. Itu memang koperasi kelurahan Merah Putih di Melawai yang itu didirikan secara mandiri oleh pengurus," ujar Ferry dalam rapat kerja Komisi VII DPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (15/7/2026).
Menurut pemaparan Ferry, program kerja kementeriannya selama ini lebih diarahkan pada fasilitasi infrastruktur seperti pembangunan gerai dan gudang di wilayah pedesaan dengan ketentuan luas tanah tertentu.
Pihak kementerian pun mengakui belum memformulasikan standardisasi skema kerja untuk koperasi skala kelurahan di kawasan metropolitan.
"Memang kami belum masuk ke kelurahan, khususnya di kota-kota besar seperti Jakarta. Karena itu tentu akan berkaitan dengan model bisnis dan feasibility study yang sangat bisa jadi berbeda sama sekali dengan model bisnis dan feasibility study yang ada di koperasi-koperasi yang berkarakter desa," beber Ferry.
Pemerintah berencana menyusun kajian kelayakan serta struktur usaha baru yang disesuaikan dengan karakteristik wilayah perkotaan padat penduduk.
Langkah evaluasi ini ditargetkan berjalan dalam waktu dekat guna membenahi tata kelola koperasi yang sempat dipertanyakan oleh legislatif tersebut.
"Jadi dalam waktu dekat lah pokoknya yang di Melawai yang ini kita beresin dan kita akan bikin model bisnis dan feasibility study tadi untuk kelurahan-kelurahan yang khusus khas untuk kota-kota besar," tutur Ferry.
Kritik keras sebelumnya dilayangkan oleh perwakilan legislatif yang menilai efisiensi pengelolaan modal koperasi kelurahan tersebut sangat buruk.
Anggota DPR Komisi VI Fraksi PDI Perjuangan Mufti Anam menjabarkan persentase laba bersih yang sangat kecil jika diukur dari total investasi awal senilai Rp 3 miliar.
"Sedang heboh hari ini kita tahu bahwa salah satu Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih untung bersihnya Rp 78 ribu, bayangkan modal Rp 3 miliar untung bersihnya Rp 78 ribu, hanya 0,00026% dari Rp 3 miliar. Itu bukan untung per hari pas kami baca detail untung enam bulan selama dia berdiri," ujar Mufti.
Persoalan laba operasi koperasi kelurahan ini kemudian meluas menjadi pembahasan publik di berbagai platform media sosial.
"Koperasi Merah Putih di Melawai, Jakarta, hanya meraup keuntungan Rp 78 ribu selama beroperasi," tulis akun @kari****.
Masyarakat juga mempertanyakan rasionalitas bisnis dari pengelolaan modal besar dengan hasil pendapatan bersih yang sangat minim.
"Kopdes di Melawai laba bersih Rp 78 ribu selama 6 bulan. Emang ada guys? Orang buka warung terus gak nyari untung," tulis akun @bo*****.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow