MATA Ecology Jajaki Investasi Industri Tiram Ramah Lingkungan di Banyuwangi
Perusahaan asal Tiongkok, MATA Ecology, resmi menjajaki investasi pengembangan budidaya dan pengolahan tiram berbasis industri biru ramah lingkungan di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, pada Senin (31/8/2026).
Rencana investasi tersebut mencakup rantai produksi dari budidaya hingga hilirisasi, termasuk pemanfaatan limbah cangkang tiram untuk diolah menjadi produk bernilai tambah seperti pupuk, serta pelibatan masyarakat pesisir lokal.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut positif pemaparan konsep dari jajaran direksi MATA Ecology yang dinilai sejalan dengan komitmen pembangunan daerah berbasis kelestarian lingkungan.
"Sejauh ini konsep yang dipaparkan cukup menarik karena mengusung blue industry, yakni pengelolaan tiram yang ramah lingkungan sekaligus melibatkan masyarakat," kata Ipuk Fiestiandani, Bupati Banyuwangi.
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menilai masuknya investasi sektor kelautan ini berpotensi memberikan dampak ekonomi luas bagi masyarakat pesisir dan mendukung sektor pariwisata daerah.
"Kami yakin budi daya tiram berkelanjutan berpotensi memberikan manfaat bagi daerah," ujar Ipuk Fiestiandani, Bupati Banyuwangi.
Pemilihan Banyuwangi sebagai lokasi proyek pertama MATA Ecology di Indonesia didasari oleh analisis teknis terhadap keunggulan geografi dan kondisi perairan wilayah setempat.
"Dalam penilaian kami, di sini tidak ada angin topan, suhunya sangat cocok sehingga bisa untuk melakukan budi daya tiram sepanjang tahun," kata Wang Yong Ming, Direktur Utama MATA Ecology.
Ekspansi ke Banyuwangi ini juga menjadi langkah awal bagi perusahaan pengolahan hasil laut tersebut dalam memperluas jangkauan operasionalnya di wilayah Asia Tenggara.
"Ini pertama kalinya kami berinvestasi di Indonesia dan kami pilih Banyuwangi. Kami sangat semangat untuk menjalin kerja sama ini," ujar Wang Yong Ming, Direktur Utama MATA Ecology.
Penjajakan investasi ini turut mendapat pengawalan dari parlemen dan mitra lokal guna memastikan kesiapan daerah serta kepatuhan terhadap regulasi lingkungan.
"Kami sudah memastikan perusahaan ini sangat bonafide dan memiliki cetak biru yang melibatkan masyarakat dalam menjalankan kegiatannya. Investor ini kami bawa ke Banyuwangi karena Banyuwangi kami nilai siap," kata Rokhmin Dahuri, Anggota DPR RI Komisi IV.
Sektor swasta pendamping juga menegaskan komitmen untuk menjaga implementasi kerja sama agar tetap berorientasi pada pemberdayaan warga lokal.
"Kami sudah memiliki pengalaman sebelumnya dalam budi daya yang ramah lingkungan dan menjadikan masyarakat lokal sebagai mitra dalam menjalankan usaha budi daya. Ini yang akan kami pastikan juga dijalankan oleh investor," kata Chandra Astan, Direktur Utama Surya Jaya Investama.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow