Marco Bezzecchi Raih Podium Sprint dan Utama MotoGP Inggris 2026
CEO Aprilia Massimo Rivola mengapresiasi daya juang Marco Bezzecchi yang berhasil meraih posisi ketiga dalam Sprint Race dan balapan utama MotoGP Inggris 2026 di Sirkuit Silverstone pada Sabtu dan Minggu, meski sempat mengalami kendala fisik parah akibat cedera.
Pembalap asal Italia tersebut datang ke Silverstone dalam kondisi cedera tulang selangka dan lutut pascaoperasi usai kecelakaan di Sachsenring, setelah sebelumnya absen mencetak poin dalam empat balapan beruntun.
Sebelumnya pada sesi pra-kualifikasi Jumat, Bezzecchi sempat mencetak rekor lap baru di Silverstone dengan catatan waktu 1 menit 56,280 detik dan mengamankan posisi kelima di grid start.
Pada balapan Sprint 10 lap hari Sabtu, Bezzecchi finis ketiga di belakang Jorge Martin dan Ai Ogura setelah terlibat duel sengit serta mengungguli Marc Marquez dan Fabio Di Giannantonio.
Hasil tersebut mengantarkan Bezzecchi naik ke peringkat ketiga klasemen sementara dengan tambahan 7 poin, menggeser Marc Marquez ke posisi keempat.
Bos Aprilia Massimo Rivola memuji ketangguhan mental Bezzecchi yang mampu tampil maksimal walau fisiknya belum pulih total.
"Saat Anda melihat seorang pembalap yang bahkan kesulitan berjalan di pagi hari namun mampu menjalani balapan seperti itu, Anda bisa membayangkan betapa besarnya semangat juangnya," ujar Massimo Rivola, CEO Aprilia.
Rivola menambahkan bahwa ketangguhan tersebut menjadi bukti keberanian para pembalap di timnya.
"Seperti yang kita lihat pada Jorge [Martin] tahun lalu. Jadi, kami adalah contoh nyata dari keberanian dan nyali - kalau boleh saya katakan demikian - para pembalap kami," kata Massimo Rivola, CEO Aprilia.
Ia pun mengaku takjub dengan performa luar biasa yang ditunjukkan oleh Bezzecchi sepanjang akhir pekan di Inggris.
"Jadi, kita harus menyadari bahwa kami berurusan dengan sosok yang istimewa—tahun lalu Jorge, tahun ini Marco," kata Massimo Rivola, CEO Aprilia.
Rivola menegaskan rasa kagumnya terhadap pencapaian sang pembalap.
"Saya benar-benar takjub melihat apa yang dilakukan Marco hari ini," ujar Massimo Rivola, CEO Aprilia.
Menanggapi emosi dan tekanan yang dialaminya pascabangkit dari rentetan hasil buruk, Bezzecchi mengungkapkan rasa bahagianya atas pencapaian di Sprint Race.
"Seperti yang bisa kita bayangkan, masa-masa yang baru saja saya lalui sangatlah berat. Karena itulah sangat penting untuk kembali menemukan kegembiraan dalam membalap setelah libur musim panas," ujar Marco Bezzecchi, Pembalap Aprilia.
Bezzecchi menyampaikan apresiasi mendalam kepada tim dan keluarga yang terus memberikan dukungan moral selama masa pemulihan.
"Saya sangat bahagia. Namun saat ini, sulit untuk mengungkapkan perasaan saya dengan kata-kata. Jadi, saya hanya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada tim saya dan orang-orang terdekat saya. Tidak mudah menghadapi saya belakangan ini," ujar Marco Bezzecchi, Pembalap Aprilia.
Ia membeberkan bagaimana helm bantunya fokus menutup gangguan serta kritik dari luar selama balapan.
"Memang berat," ujar Marco Bezzecchi, Pembalap Aprilia.
Ia menceritakan perjalanan sulitnya sejak balapan di Balaton Park hingga mengalami insiden di beberapa seri berikutnya.
"Sejujurnya, setelah Mugello, saat kami pergi ke Balaton, kami mengawali akhir pekan dengan sangat baik," ujar Marco Bezzecchi, Pembalap Aprilia.
Meskipun sempat kesulitan, ia merasa mampu tampil baik sebelum insiden terjadi.
"Meski sempat kesulitan, saya tetap mampu tampil cukup apik. Lalu di Sprint Race, saya melakukan start yang sangat bagus, dan itu memberi saya peluang untuk bertarung serta meraih podium," kata Marco Bezzecchi, Pembalap Aprilia.
Nasib buruk mulai menimpa ketika kecelakaan hebat terjadi pada balapan utama.
"Dan tentu saja saat Grand Prix, akibat kesalahan saat start dan kecelakaan hebat itu, saya sempat mengalami cedera ringan," ujar Marco Bezzecchi, Pembalap Aprilia.
Rentetan insiden berlanjut di seri-seri berikutnya hingga membuatnya terpuruk.
"Jadi, setelah itu, keadaan mulai menjadi sedikit lebih sulit. Kesalahan saya di Brno. Lalu kecelakaan hebat di Assen," kata Marco Bezzecchi, Pembalap Aprilia.
Dampak dari kecelakaan tersebut merusak kondisi fisiknya secara keseluruhan.
"Saya hanya mengalami satu patah tulang rusuk, tetapi seluruh tubuh saya babak belur. Kemudian di Sachsenring saya tampil kompetitif, namun kesalahan lain berujung pada cedera ganda," ujar Marco Bezzecchi, Pembalap Aprilia.
Dukungan dari orang-orang terdekat menjadi kunci utamanya untuk bertahan melewati masa sulit tersebut.
"Jadi, itu bukanlah masa yang menyenangkan. Namun, untungnya, keluarga, teman-teman, dan seluruh staf Akademi - mulai dari Vale [Valentino Rossi] - tetap mendampingi saya," kata Marco Bezzecchi, Pembalap Aprilia.
Ia mengapresiasi peran penting timnya dalam menjaga mentalitas bertandingnya.
"Terutama tim saya. Jadi, itu memang masa yang berat. Saat mengalami situasi seperti ini, banyak sekali hal yang berkecamuk di pikiran dan sulit untuk berhenti memikirkannya," ujar Marco Bezzecchi, Pembalap Aprilia.
Bezzecchi menegaskan sensasi luar biasa yang dirasakannya begitu kembali menunggangi motor di lintasan balap.
"Namun pada akhirnya, saat kami mengenakan helm, rasanya seperti memasang penyumbat telinga. Jadi, rasanya sungguh luar biasa indah," kata Marco Bezzecchi, Pembalap Aprilia.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow