Mahkamah Agung Pakistan Perintahkan Pemindahan Imran Khan ke Rumah Sakit

Smallest Font
Largest Font

Mahkamah Agung Pakistan memerintahkan pemindahan mantan Perdana Menteri Imran Khan dari Penjara Adiala Rawalpindi ke Rumah Sakit Shifa International di Islamabad dalam kurun dua hari sejak Selasa (18/8/2026). Langkah ini diambil guna menjalani perawatan medis hingga sidang berikutnya pada 16 September 2026.

Keputusan tersebut merespons laporan medis tertanggal 10 Agustus 2026 dari Penjara Adiala yang mencatat fluktuasi tekanan darah serta kecemasan Khan. Majelis hakim menilai kondisi jantung dan organ vital politikus berusia 73 tahun itu mulai terganggu.

Pengadilan juga menginstruksikan pembentukan tim medis khusus yang melibatkan dokter pribadi Khan, Dr. Faisal Sultan, dan saudarinya, Dr. Uzma Khan. Selain itu, keluarga diizinkan menjenguk dan Khan diperbolehkan berkomunikasi dengan anak-anaknya yang berada di luar negeri.

Tim kuasa hukum Khan menyambut baik penetapan majelis hakim yang mengabulkan permohonan perawatan di luar fasilitas penjara.

"Pengadilan juga mengarahkan agar keluarga Khan diizinkan bertemu dengannya di rumah sakit dan dia diizinkan berbicara dengan putra-putranya yang tinggal di luar negeri," kata Uzair Bhandari, salah satu pengacara Khan.

Pihak pengacara menekankan pentingnya masa perawatan medis lanjutan tersebut sesuai batas waktu yang telah ditetapkan majelis hakim.

"Sidang berikutnya telah ditetapkan pada 16 September, dan Khan harus tetap dirawat di rumah sakit setidaknya sampai saat itu sesuai perintah," kata Bhandari.

Pengurus partai Pakistan Tehreek-e-Insaf (PTI) menilai putusan ini menegaskan aspirasi mereka terkait perlunya penanganan medis independen bagi sang mantan perdana menteri.

"Perawatan medis yang diberikan dalam sistem penjara bukanlah pengganti evaluasi menyeluruh oleh spesialis independen pilihannya," kata Zulfi Bukhari, pemimpin senior PTI.

Pimpinan PTI mengimbau para pendukung untuk menjaga ketertiban selama proses pemindahan berlangsung.

"Langkah besar, keputusan besar, berkah yang luar biasa," kata Salman Akram Raja, Sekretaris Jenderal PTI.

Jajaran pengurus partai berharap tindakan medis segera memulihkan kondisi fisik sang tokoh sebelum masalah kesehatan meluas.

"Ini adalah perintah yang sangat menggembirakan, dan kami berharap ini terjadi lebih awal agar mata dan kesehatan umumnya tidak memburuk sebesar ini," kata Zulfikar Bukhari, juru bicara PTI lainnya.

Pihak PTI berharap penanganan di rumah sakit dilakukan secara tuntas tanpa terburu-buru dikembalikan ke fasilitas tahanan.

"Dia harus tetap berada di rumah sakit sampai semua dokter merasa puas," kata Bukhari.

Penahanan Khan sejak Agustus 2023 memicu gelombang protes nasional dari para pendukungnya di berbagai wilayah Pakistan. PTI merencanakan aksi unjuk rasa berskala nasional pada 27 September 2026 mendatang.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed