Mahkamah Agung Perintahkan Imran Khan Dipindahkan ke Rumah Sakit di Islamabad

Smallest Font
Largest Font

Mahkamah Agung Pakistan memerintahkan pemindahan mantan Perdana Menteri Imran Khan ke Rumah Sakit Shifa International di Islamabad menyusul kekhawatiran atas kondisi kesehatannya.

Khan, berusia 73 tahun, telah menjalani penahanan selama tiga tahun terakhir terkait serangkaian kasus hukum setelah lengser dari jabatan perdana menteri pada 2022.

Juru bicara Khan, Naeem Haider Panjutha, mengatakan bahwa pemindahan akan dilakukan dalam waktu 48 jam dan Khan akan tetap dirawat di rumah sakit hingga minimal 16 September, yang merupakan periode terpanjang Khan berada di luar penjara sejak ditahan.

Langkah ini memenuhi tuntutan lama keluarga dan partai politiknya, Pakistan Tehreek-e-Insaf (PTI). Anak-anak Khan dari pernikahan pertamanya, Kasim dan Sulaiman, telah berulang kali menyuarakan kekhawatiran terkait kesehatan ayah mereka.

"Ini adalah perintah yang sangat baik dan kami berharap hal ini terjadi lebih cepat agar kondisi mata dan kesehatan umum beliau tidak memburuk," ujar Zulfikar Bukhari, juru bicara PTI.

"Beliau harus tetap dirawat di rumah sakit sampai semua dokter merasa puas," tambah Bukhari.

Khan menghabiskan 22 jam per hari dalam isolasi dengan pengawasan ketat dan dipaksa mandi menggunakan air yang disebutnya kotor dan terkontaminasi.

Menurut laporan Al-Jazeera, anggota tim hukum Khan, Uzair Bhandari, menyatakan majelis tiga hakim juga memerintahkan pembentukan dewan medis yang terdiri dari saudara perempuan Khan, Dr. Uzma Khan, dan dokter pribadinya, Dr. Faisal Sultan, untuk mengawasi perawatan Khan.

"Pengadilan juga mengizinkan keluarga Khan untuk menjenguknya di rumah sakit dan mengizinkan beliau berbicara dengan kedua putranya yang tinggal di luar negeri," kata Bhandari.

Sejak kehilangan kekuasaan melalui mosi tidak percaya, Khan menghadapi berbagai tuduhan termasuk masalah hadiah negara dan pernikahan yang dianggap tidak sah. Beberapa vonis sempat ditangguhkan atau dibatalkan, dengan proses banding masih berjalan. Khan membantah semua tuduhan dan menilai kasusnya bermotif politik.

Pada Februari lalu, sejumlah legenda kriket dunia mengirim surat mendesak perlakuan yang lebih baik untuk Khan, mengungkapkan kekhawatiran mendalam atas kondisi penjara yang dialaminya. Namun, pengadilan telah dua kali menolak permintaan pemindahan serupa sebelumnya.

Partai PTI yang dipimpin Khan memenangkan kekuasaan pada 2018 dan masih memiliki basis pendukung yang besar di beberapa provinsi utama, walaupun simbol partai dicabut sebelum pemilu 2024, memaksa kandidatnya maju sebagai independen.

Khan dikenal sebagai pemain kriket berprestasi dengan 88 pertandingan uji coba antara 1971 dan 1992 sebelum terjun ke dunia politik.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed