Mahkamah Agung AS Izinkan Lanjutan Pembangunan Ballroom Gedung Putih
Mahkamah Agung Amerika Serikat mengizinkan kelanjutan proyek pembangunan ruang dansa dan kompleks militer di Gedung Putih pada Jumat, 21 Agustus 2026. Penundaan administratif yang dikeluarkan Ketua Mahkamah Agung John Roberts membatalkan putusan pengadilan tingkat bawah yang sebelumnya menghentikan pengerjaan proyek senilai 400 juta dolar AS tersebut.
Keputusan tersebut memberi waktu tambahan bagi para hakim agung untuk mempertimbangkan permohonan pemerintah di tengah proses hukum yang terus berjalan. Proyek seluas 8.360 meter persegi di Sayap Timur itu mencakup fasilitas ruang dansa di atas tanah serta kompleks bawah tanah berkeamanan tinggi.
Departemen Kehakiman AS dalam dokumen permohonannya ke Mahkamah Agung menyoroti urgensi keselamatan nasional, fasilitas medis, tempat perlindungan bom, serta perlindungan dari rudal dan pesawat nirawak. Pemerintah mencatat pengerjaan fisik proyek tersebut saat ini telah mencapai 65 persen.
Presiden Donald Trump menyambut baik keputusan Mahkamah Agung yang membolehkan proyek di lahan Gedung Putih tersebut terus berjalan.
"Kami bersyukur atas Keputusan Mahkamah Agung Amerika Serikat," tulis Trump dalam unggahan di media sosial Truth Social.
Trump menilai fasilitas baru itu sangat krusial bagi pertahanan dan keselamatan pejabat negara.
"Kompleks Militer/Ruang Dansa yang sedang dibangun di lahan sakral Gedung Putih, yang sangat vital bagi Keamanan Nasional, akan menjadi YANG TERBAIK DI JENISNYA!" kata Trump.
Ia juga menambahkan keunggulan historis dari pembangunan kompleks tersebut.
"Ini adalah sesuatu yang telah diinginkan para Presiden selama 150 tahun, dan yang telah dicari oleh Militer selama 100 tahun terakhir. Keinginan mereka akan segera terpenuhi!" ujar Trump.
Sebelumnya, Trump sempat menunjukkan sejumlah pembaruan fasilitas di area Gedung Putih, termasuk perbaikan jalan granit, tiang bendera, landasan helikopter, dan penggunaan rumput khusus.
"Kami mendapatkan barang terbaik; satu hal yang saya tahu bagaimana melakukannya adalah membangun," kata Trump dilansir dari CNN saat melakukan tur di kompleks Gedung Putih.
Ia mengkritik perawatan area luar Gedung Putih pada era kepemimpinan sebelumnya.
"Konyol sekali cara tempat ini dirawat. Tidak ada seorang pun, termasuk presiden-presiden lainnya, mereka tidak melihatnya. Tapi saya melihatnya karena saya sangat ahli dalam bidang real estat, mungkin yang terbaik dalam banyak hal," ujar Trump.
Saat memamerkan rumput di sekitar landasan helikopter, ia membagikan pandangannya mengenai perawatan tanaman tersebut.
"Anda tahu, rumput memiliki kehidupan seperti halnya manusia memiliki kehidupan," kata Trump.
Ia menambahkan penjelasan teknis terkait tanah lapisan atas yang digunakan untuk area tersebut.
"Semuanya telah diberi tanah lapisan atas. Dengan kata lain, kami meletakkan tanah lapisan atas, tanah yang benar-benar baru di atasnya. Sangat, Anda tahu, sangat – banyak kandungan yang baik di tanah itu untuk rumput. Jika Anda adalah rumput, Anda akan sangat bahagia," ucap Trump.
Trump mengapresiasi pihak penyedia rumput yang berkontribusi pada penataan taman tersebut.
"Rumput ini memiliki kualitas tertinggi. Ini diberikan secara cuma-cuma oleh Scotts Miracle-Gro. Scotts.
Dan Scotts adalah perusahaan yang sangat hebat. Mereka sebenarnya berkontribusi pada kampanye saya," kata Trump.
Ia mengungkapkan tawaran yang diberikan oleh pihak perusahaan penataan taman tersebut.
"Mereka berkata kepada saya, 'Pak, kami ingin mengganti rumput di Gedung Putih dengan rumput kualitas tertinggi dan melakukan pekerjaan yang sesungguhnya.' Jadi, Scotts, saya ingin berterima kasih kepada Scotts Miracle-Gro," lanjut Trump.
Ia menegaskan reputasi penyedia rumput tersebut.
"Ini sangat, saya pikir perusahaan rumput terbesar di dunia, ada yang bilang begitu, tapi ini sangat besar dan sangat bagus," ujar Trump.
Mengenai landasan helikopter baru, Trump menyebutkan fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai agenda sosial.
"Mereka bisa mengadakan acara di sana. Mereka bisa menyuruh orang-orang pergi ke sana untuk minum koktail dan kemudian berjalan ke ruang pesta setelah itu selesai," jelas Trump.
Ia juga memuji kualitas tiang bendera raksasa yang ia sumbangkan di area Gedung Putih.
"Ini tiang yang hebat," kata Trump.
Ia menegaskan spesifikasi fisik tiang bendera tersebut.
"Ini yang paling berkualitas. Bentuknya meruncing. Hebat. Saya sangat ahli dalam hal tiang bendera," ucap Trump.
Di sisi lain, Jaksa Agung pemerintahan Trump, D John Sauer, menekankan pentingnya pengangkatan penangguhan proyek agar tidak mengganggu pengerjaan fisik yang sedang berlangsung.
"Dengan adanya perintah pengadilan berbahaya yang akan mulai berlaku untuk pertama kalinya pada tanggal 21 Agustus, mandat penghentian pekerjaan tersebut menjadi semakin tidak adil, bukan tidak mungkin," tulis Sauer dalam surat yang dikutip dari BBC.
Sauer mengkritik pembatasan kewenangan eksekutif dalam menjamin keamanan fasilitas kepresidenan.
"Memaksa presiden untuk datang dengan memohon-mohon kepada Kongres agar rumah rakyat aman, memberikan pengaruh berbahaya kepada lembaga legislatif," tambah Sauer.
Langkah renovasi ini mendapat kritik keras dari Senator Jon Ossoff yang menyoroti prioritas prioritas kerja kepresidenan di tengah melonjaknya utang nasional AS hingga 40 triliun dolar AS.
"Presiden tidur di tengah-tengah rapatnya. Dia bermain golf dan berdagang saham. Lihat, dia tidak ingin melakukan pekerjaannya. Dia ingin membangun ruang pestanya," kata Ossoff.
Sementara itu, gugatan hukum yang diajukan oleh organisasi nirlaba National Trust for Historic Preservation berargumen bahwa perombakan Cagar Budaya Federal membutuhkan persetujuan resmi dari Kongres AS. Gugatan tersebut sebelumnya sempat dimenangkan di Pengadilan Banding Distrik Columbia sebelum diintervensi oleh Mahkamah Agung.
"Untuk memperjelas, ini bukanlah keputusan akhir mengenai substansi permohonan penangguhan pemerintah, dan kami menunggu tindakan lebih lanjut," tegas perwakilan National Trust for Historic Preservation dalam pernyataan resminya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow