Karoline Leavitt Mengundurkan Diri Sebagai Juru Bicara Gedung Putih

Smallest Font
Largest Font

Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt memutuskan mengundurkan diri dari jabatannya pada akhir Agustus 2026 untuk meluangkan lebih banyak waktu bersama keluarganya. Keputusan pejabat berusia 28 tahun tersebut diumumkan langsung oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu.

Leavitt mengakhiri masa jabatannya beberapa minggu setelah kembali dari cuti melahirkan usai menyambut kelahiran anak keduanya pada 1 Mei 2026. Ia tercatat sebagai juru bicara Gedung Putih termuda dalam sejarah pemerintahan Amerika Serikat.

Presiden Donald Trump menyampaikan pengumuman pengunduran diri tersebut melalui unggahan di platform Truth Social dan menyatakan dukungannya terhadap keputusan Leavitt.

"sehingga dia dapat menghabiskan lebih banyak waktu dengan anak-anaknya yang masih kecil dan keluarganya, sebuah keputusan yang sangat saya pahami dan hormati!" kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Trump menambahkan bahwa Leavitt tetap memegang peranan penting di lingkaran pemerintahannya setelah melepaskan jabatan resmi dari podium pers.

"Karoline sekarang akan menjadi salah satu penasihat luar utama saya, dan suara yang berpengaruh di dalam Partai Republik," kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Melalui pernyataan terpisah di media sosial, Leavitt membagikan pandangannya mengenai tantangan mengelola peran sebagai ibu baru di tengah tuntutan pekerjaan yang sangat intensif di lingkungan eksekutif.

"Menjadi seorang ibu dan menyambut bayi baru lahir sambil bekerja di salah satu pekerjaan paling menuntut di dunia telah menjadi musim yang paling bermanfaat sekaligus menantang dalam hidup saya, untuk tidak memulainya dengan hal yang berlebihan," kata Karoline Leavitt, Juru Bicara Gedung Putih.

Ia menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil demi memberikan perhatian terbaik bagi kedua buah hatinya bersama sang suami, Nicholas Riccio.

"Kenyataannya sejak kembali ke Gedung Putih setelah kelahiran putri saya, saya merasa dalam hati bahwa saya tidak bisa menjadi ibu terbaik yang layak didapatkan oleh kedua anak saya yang masih kecil sambil mencurahkan waktu, energi, dan perhatian konstan yang dibutuhkan sebagai Juru Bicara Gedung Putih — dan itulah mengapa akhirnya saya membuat keputusan pahit manis ini untuk meninggalkan Gedung Putih dan memulai babak baru dalam hidup saya," kata Karoline Leavitt, Juru Bicara Gedung Putih.

Dalam kesempatan terpisah, Leavitt menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan kepemimpinan yang diberikan kepadanya selama menjalankan tugas di podium pers Gedung Putih.

"Yang terpenting, saya berterima kasih kepada Presiden karena telah memercayakan saya dengan keistimewaan istimewa untuk berbicara atas namanya di podium Gedung Putih," kata Karoline Leavitt, Juru Bicara Gedung Putih.

Ia juga menegaskan komitmen kerjanya selama mendampingi jalannya pemerintahan Presiden Trump menghadapi para wartawan.

"Saya sangat menikmati meminta pertanggungjawaban media liberal dan memastikan rakyat Amerika mendengar kebenaran tentang keberhasilan Presiden Trump," kata Karoline Leavitt, Juru Bicara Gedung Putih.

Selama menjabat sejak Januari 2025, Leavitt terlibat dalam berbagai interaksi sengit dengan wartawan media nasional. Dalam taklimat media pada Maret 2025, ia berdebat mengenai kebijakan tarif impor dengan wartawan The Associated Press, Josh Boak.

"Dia sebenarnya tidak mengimplementasikan kenaikan pajak. Tarif adalah kenaikan pajak pada negara-negara asing yang, sekali lagi, telah memeras kita," kata Karoline Leavitt, Juru Bicara Gedung Putih.

Saat wartawan tersebut mempertanyakan argumennya, Leavitt membalas dengan kritik terhadap pertanyaan yang diajukan kepadanya.

"Tarif adalah pemotongan pajak bagi rakyat Amerika, dan Presiden adalah pendukung gigih pemotongan pajak," kata Karoline Leavitt, Juru Bicara Gedung Putih.

Ketegangan dalam taklimat pers tersebut berlanjut hingga Leavitt mengutarakan penyesalannya atas kesempatan bertanya yang diberikan.

"Saya pikir sangat menghina jika Anda mencoba menguji pengetahuan ekonomi saya, dan keputusan yang telah dibuat Presiden ini," kata Karoline Leavitt, Juru Bicara Gedung Putih.

Ia menutup perdebatan kebijakan ekonomi itu dengan melontarkan kekecewaannya secara terbuka di depan awak media.

"Saya sekarang menyesal memberikan pertanyaan kepada The Associated Press," kata Karoline Leavitt, Juru Bicara Gedung Putih.

Insiden serupa terjadi pada Juni 2025 ketika wartawan NOTUS Jasmine Wright mempertanyakan sikap presiden terkait demonstrasi damai menjelang parade militer di ibu kota.

"Tentu saja Presiden mendukung demonstrasi damai. Pertanyaan yang sangat bodoh," kata Karoline Leavitt, Juru Bicara Gedung Putih.

Dalam sesi pers Februari 2026, Leavitt bertindak tegas menghentikan taklimat setelah mendapat pertanyaan mengenai keterkaitan Menteri Perdagangan Howard Lutnick dengan Jeffrey Epstein.

"Saya hanya akan menunjukkan bahwa ada banyak kemenangan dalam berita minggu ini yang tidak ditanyakan oleh orang-orang di ruangan ini karena Anda terus mengajukan pertanyaan tentang subjek yang sama jadi izinkan saya menunjukkannya untuk Anda," kata Karoline Leavitt, Juru Bicara Gedung Putih.

Sebelum meninggalkan panggung taklimat, Leavitt mengarahkan fokus media pada agenda prioritas pemerintah lainnya.

"Jadi, kita akan kembali bekerja. Presiden sangat sibuk hari ini dan Anda akan melihatnya sepanjang hari besok di acara di Ruang Timur mempromosikan kebijakan energi Administrasinya," kata Karoline Leavitt, Juru Bicara Gedung Putih.

Konfrontasi tajam juga terjadi pada Januari 2026 saat pers mempertanyakan tindakan penegakan hukum imigrasi yang menyebabkan tewasnya seorang warga. Leavitt mengkritik wartawan The Hill Niall Stanage yang dinilainya berprasangka buruk.

"Oke, jadi Anda adalah seorang reporter yang bias dengan opini sayap kiri," kata Karoline Leavitt, Juru Bicara Gedung Putih.

Leavitt menilai pertanyaan yang dilontarkan wartawan tersebut tidak mencerminkan objektivitas jurnalistik.

"Karena Anda adalah peretas sayap kiri. Anda bukan seorang reporter, Anda berpura-pura di ruangan ini sebagai seorang jurnalis. Dan itu sangat jelas dari premis pertanyaan Anda. Dan Anda serta orang-orang media yang memiliki bias seperti itu tetapi berpura-pura seperti jurnalis — Anda bahkan tidak seharusnya duduk di kursi itu," kata Karoline Leavitt, Juru Bicara Gedung Putih.

Ia mengakhiri tegurannya dengan meminta pers berfokus pada fakta di lapangan.

"Anda berpura-pura seperti seorang jurnalis, padahal Anda adalah aktivis sayap kiri," kata Karoline Leavitt, Juru Bicara Gedung Putih.

Pengunduran diri Leavitt berlangsung di tengah pendaftaran persiapan pemilu sela Amerika Serikat yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026 mendatang.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed