Evakuasi Trump Pakai Truk Katering Pemicu Kemarahan Wartawan AS

Smallest Font
Largest Font

Siasat rahasia evakuasi Presiden AS Donald Trump dari pesawat Air Force One di Turki pada 8 Juli 2026 memicu kecaman keras dari kalangan jurnalis Gedung Putih, sebagaimana dilansir dari Investor Daily. Operasi penyamaran tersebut dinilai menjadikan wartawan sebagai umpan di tengah ancaman rudal Iran.

Mengutip laporan The Washington Post, tim pengamanan memindahkan Trump ke kontainer kargo katering di bagian belakang pesawat setelah sebelumnya ia terlihat naik ke Air Force One di hadapan media. Mantan presiden AS itu kemudian dialihkan ke pesawat militer yang lebih kecil guna menghindari ancaman pembunuhan yang dinilai kredibel.

Sebanyak belasan jurnalis di dalam pesawat utama tidak menyadari manuver tersebut dan tetap terbang meninggalkan Turki tanpa mengetahui tingginya risiko keamanan dari konflik bersenjata antara AS dan Iran.

Para jurnalis peliput Gedung Putih merasa ditipu dan dijadikan penutup keamanan tanpa persetujuan mereka.

"Ketika Anda bekerja untuk Gedung Putih, bahkan sebagai warga sipil, bagian dari tugas Anda mungkin melindungi presiden. Tapi itu bukan tugas saya. Tugas saya meliput presiden. Jurnalis memang mengambil risiko dalam tugasnya, tetapi bukan atas nama keamanan presiden," kata seorang wartawan Gedung Putih yang enggan disebutkan namanya.

Selama penerbangan berlangsung, pihak Secret Service sempat memberikan instruksi tidak biasa kepada awak media untuk menutup seluruh tirai jendela saat lepas landas.

"Sebab kalian mungkin berada dalam penerbangan yang berbahaya... Jika saya pergi, kalian juga ikut, bukan?" kata Donald Trump, Presiden AS, saat berseloroh merespons pertanyaan wartawan terkait alasan instruksi tersebut.

Meskipun pihak Gedung Putih belum memberikan tanggapan resmi secara langsung mengenai pengalihan pesawat tersebut, klarifikasi mengenai prosedur keamanan tetap disampaikan.

"Amerika Serikat menghadapi banyak ancaman dan akan mengupayakan segala cara demi melindungi keselamatan presiden," kata Steven Cheung, Direktur Komunikasi Gedung Putih.

Penggunaan taktik pengalihan pesawat pimpinan AS sebenarnya pernah dilakukan pada era Presiden Bill Clinton di Pakistan pada tahun 2000 serta Presiden Joe Biden di Ukraina pada 2023. Namun, tindakan membiarkan rombongan pers berada di pesawat utama yang berisiko menjadi sasaran ancaman militer Iran dianggap melampaui standar protokol kepresidenan sebelumnya.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed