Legenda PSS Sleman Fajar Listyantara Meninggal Dunia Usia 45 Tahun

Smallest Font
Largest Font

Dunia sepak bola Daerah Istimewa Yogyakarta berduka atas wafatnya mantan pemain PSS Sleman dan PSIM Jogja, Markus Fajar Listyantara, pada usia 45 tahun akibat penyakit gagal ginjal pada Sabtu, 25 Juli 2026, dini hari.

Adik kandung mantan pelatih Seto Nurdiyantoro tersebut meninggal dunia setelah berjuang melawan sakit ginjal, menjalani prosedur hemodialisis rutin, dan mengalami penurunan kondisi fisik sejak Maret 2026. Pesepak bola kelahiran Kalasan yang merintis karier di PS Kalasan ini sempat membela PSS Sleman selama 13 musim sejak 1999/2000, membela PSIM Yogyakarta dua tahun, memperkuat PPSM Magelang, menembus Timnas U-23, hingga menjadi pelatih SSB Potorono U-15.

Ungkapan belasungkawa resmi disampaikan oleh manajemen PSS Sleman melalui akun media sosial klub atas kepergian figur yang dikenal dengan keahlian lemparan ke dalam jarak jauh tersebut.

"Keluarga besar PSS Sleman mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Fajar Listiyantara, mantan pemain luar biasa untuk PSS Sleman. Terima kasih atas dedikasi, perjuangan, nilai-nilai serta loyalitas yang telah diberikan dan tanamkan untuk PSS Sleman. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan. Selamat jalan, legenda," tulis akun Instagram PSS.

Representatif Eksekutif PSS, Vita Subiyakti, turut menyampaikan rasa kehilangan manajemen atas berpulangnya sosok yang dinilai berkontribusi besar bagi sejarah tim berjuluk Super Elja tersebut.

"Manajemen PSS Sleman menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Markus Fajar Listyantara, salah satu putra terbaik Sleman yang pernah menjadi bagian dari perjalanan dan sejarah PSS Sleman," kata Vita.

Vita menekankan pentingnya pengabdian almarhum bagi perjalanan klub dan generasi mendatang.

"Jejak pengabdian beliau akan selalu menjadi bagian dari sejarah PSS Sleman dan inspirasi bagi generasi penerus," lanjut Vita.

Pihak manajemen PSS juga mengingat pesan perdamaian yang pernah disampaikan almarhum kepada para pendukung sepak bola.

"Kami juga mengenang pesan terakhir almarhum yang mengajak seluruh suporter untuk terus menjaga sportivitas, kerukunan, dan persaudaraan. Nilai-nilai tersebut menjadi warisan yang sangat berharga bagi sepakbola Yogyakarta dan akan terus kami jaga bersama," terang Vita.

Manajemen PSS menutup pernyataan resmi dengan memberikan doa dan penghormatan terakhir bagi almarhum.

"Manajemen PSS Sleman mendoakan semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, diampuni segala khilafnya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan penghiburan dalam menghadapi kehilangan ini. Sugeng tindak, Mas Fajar. Terima kasih atas setiap dedikasi dan keteladanan yang telah diberikan. Namamu akan selalu menjadi bagian dari keluarga besar PSS Sleman, dan semangatmu akan terus hidup di hati Bumi Sembada," tutup Vita.

Duka mendalam turut disampaikan oleh Bupati Sleman, Harda Kiswaya, yang mengenang almarhum sebagai sosok putra terbaik yang berdedikasi tinggi bagi daerah melalui bidang olahraga.

"Hari ini, lapangan hijau dan seluruh masyarakat Sleman diselimuti duka yang mendalam. Kita melepas salah satu putra terbaik, Markus Fajar Listyantara. Sosok legenda yang pernah mendedikasikan hidup, tenaga, dan cintanya untuk mengharumkan nama daerah," tulis Harda.

Harda menyoroti semangat juang, kesatria, dan loyalitas almarhum dalam meniti karier lapangan hijau.

"Setiap keringat dan jejak baktinya telah mengukir sejarah yang akan terus menginspirasi generasi muda Sleman dari masa ke masa," lanjut Harda.

Bupati Sleman menyampaikan ucapan perpisahan terakhir kepada sang legenda sepak bola daerah.

"Selamat jalan, Legenda. Perjuangan, dedikasi, dan keteladananmu akan selalu hidup dan menyala dalam jiwa sepak bola Sleman," tutup Harda.

Keluarga almarhum turut menyampaikan rasa kehilangan secara personal di media sosial.

"Selamat jalan Dik, damai di sisi Tuhan," tulis Seto Nurdiyantoro.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed