Lazio Jamu Genoa Pada Pekan Kedua Serie A di Olimpico

Smallest Font
Largest Font

Lazio dijadwalkan menjamu Genoa pada pertandingan pekan kedua Serie A musim 2026/2027 di Stadion Olimpico Roma pada Minggu, 30 Agustus 2026, pukul 20.45 waktu setempat. Skuad asuhan Gennaro Gattuso membidik kemenangan kedua beruntun demi memperpanjang dominasi atas tim tamu.

Kemenangan Lazio pada laga pembuka dipastikan lewat gol tunggal Davide Frattesi saat bertandang ke markas Bologna. Hasil tersebut mengobati kekecewaan usai tersingkir dari Coppa Italia akibat kekalahan 0-2 dari Mantova. Di sisi lain, Genoa bertandang ke ibu kota untuk bangkit dari kekalahan 0-2 saat menghadapi Napoli.

Lazio menghadapi badai cedera yang menimpa sejumlah pemain seperti Samuel Gigot, Alessio Furlanetto, Danilo Cataldi, Patric, Adam Marusic, Fisayo Dele-Bashiru, Alessio Romagnoli, dan Luca Pellegrini. Namun, Frattesi diproyeksikan tampil sebagai starter untuk menggantikan posisi Dele-Bashiru di lini tengah.

Pelatih Lazio Gennaro Gattuso mengapresiasi loyalitas sang gelandang yang bersedia bergabung dengan tim di tengah berbagai keterbatasan klub.

"Davide layak menerima ucapan terima kasih dari kami. Dengan segala hormat kepada Lazio, untuk pemain berkualiber seperti dia menerima datang ke sini, terlepas dari semua kesulitan yang kita hadapi... chapeau," kata Gennaro Gattuso, Pelatih Lazio.

Gattuso terus mematangkan skema lini tengah dengan memanfaatkan keunggulan fisik serta kemampuan penetrasi yang dimiliki oleh rekrutan barunya tersebut.

"Davide pantas mendapatkan ucapan terima kasih dari kami. Dengan segala hormat kepada Lazio, untuk pemain sekelas dirinya menerima tawaran datang ke sini, di tengah semua kesulitan yang kami hadapi... chapeau," kata Gattuso.

Frattesi sendiri mengaku kepindahannya dari Inter Milan didorong oleh kebutuhan mencari tantangan baru serta faktor keberadaan Gattuso di kursi kepelatihan.

"Tahun terakhir saya bersama Inter membawa saya ke momen pribadi yang sulit, dengan berat hati, karena saya sangat bahagia di sana dan masih berhubungan dengan semua orang. Namun, dengan berat hati, saya merasa bahwa perubahan suasana untuk menemukan motivasi baru adalah pilihan yang tepat; itu sangat penting bagi seorang pemain. Saya tahu ini akan berjalan baik, meski saya tidak membayangkan akan sebaik ini, tapi saya tidak bisa meminta lebih," ujar Davide Frattesi, Gelandang Lazio.

Keputusan sang pemain untuk berganti seragam di ibu kota makin mantap berkat komunikasi erat yang terjalin dengan juru taktik tim nasional.

"Saya datang ke sini juga demi dia, karena saya mengenalnya dengan baik sebagai pribadi di tim nasional. Dia pria yang tulus. Hanya ada sedikit orang seperti itu di sepak bola, jadi jika saya bisa membantu orang yang tulus, saya akan melakukannya," tutur Davide Frattesi, Gelandang Lazio.

Eks pemain Sassuolo tersebut juga mendiskusikan menit bermain bersama jajaran pelatih sebelum membulatkan tekad membela klub barunya.

"Sebelum datang, saya juga berbicara dengan Pak Mancini. Dia memberi tahu saya bahwa yang terpenting adalah bermain. Dia juga sangat krusial dalam keputusan saya," ucap Davide Frattesi, Gelandang Lazio.

Frattesi menegaskan bahwa suasana ruang ganti serta dukungan jajaran pelatih menjadi kunci utamanya dalam beradaptasi secara cepat.

"Tahun terakhir saya di Inter membawa saya ke momen pribadi yang sulit, dengan berat hati, karena saya sangat bahagia di sana dan masih berhubungan baik dengan semua orang. Namun, dengan berat hati, saya merasa bahwa pergantian suasana untuk menemukan motivasi baru adalah pilihan yang tepat; itu sangat mendasar bagi seorang pemain. Saya tahu ini akan berjalan baik, meskipun saya tidak membayangkan akan sebaik ini, tetapi saya tidak bisa meminta lebih," ujar Frattesi.

Ia menaruh rasa hormat tinggi terhadap karakter Gattuso yang dinilainya sangat jujur dan terbuka kepada para pemain.

"Saya datang ke sini juga demi dia, karena saya mengenal kepribadiannya dengan baik di tim nasional. Dia sosok yang tulus. Hanya ada sedikit orang seperti itu di sepak bola, jadi jika saya bisa membantu orang yang tulus, saya akan melakukannya," kata Frattesi.

Masukan dari pelatih tim nasional Italia diakui menjadi salah satu dorongan terbesar bagi dirinya dalam mengambil keputusan karier.

"Sebelum datang, saya juga berbicara dengan Tuan Mancini. Dia memberi tahu saya bahwa hal terpertama adalah bermain. Dia juga sangat mendasar dalam keputusan saya," ujar Frattesi.

Di kubu lawan, Genoa dipastikan tampil tanpa Joi Xheto Nuredini, Lorenzo Venturino, Elias Havel, Franz-Ethan Meichtry, dan Hamed Traore. Tim asuhan Daniele De Rossi tersebut baru saja menambah kekuatan di lini serang dengan mendatangkan Robinho Jr dari Santos serta Milutin Osmajic dari Preston North End.

Pelatih Genoa Daniele De Rossi melontarkan sanjungan atas kualitas kepemimpinan dan identitas permainan yang dibangun oleh Gattuso.

"Dia sudah membuktikan bahwa dirinya adalah pelatih yang kuat. Tim-timnya memainkan sepak bola yang mudah dikenali, dalam arti yang positif," kata De Rossi seperti dikutip dari Corriere dello Sport.

De Rossi menilai evaluasi terhadap rekan setimnya saat menjuarai Piala Dunia 2006 tersebut tidak bisa hanya dilihat dari hasil akhir di tim nasional.

"Anda bisa melihat ada banyak pekerjaan di baliknya. Pembacaan yang dangkal dan sederhana dari luar mungkin mengarah pada kritik karena pengalaman terakhirnya tidak terlalu sukses, terutama bersama tim nasional, yang terlihat oleh semua orang," ujar De Rossi.

Ia menyebut marjin tipis dalam pertandingan internasional sering kali memengaruhi persepsi publik secara tidak adil terhadap seorang pelatih.

"Dari luar, Anda bisa dianggap gagal, tetapi Italia sebenarnya bisa menang 2-0 di Bosnia hanya karena selisih beberapa sentimeter," katanya.

De Rossi menggarisbawahi kejelasan taktik serta hubungan erat yang berhasil dibina Gattuso bersama para pemainnya di dalam ruang ganti.

"Suatu pertandingan bisa membuat seseorang dicap kurang bagus dibandingkan yang lain. Namun, ketika saya melihat tim-timnya bermain, saya melihat para pemain tahu apa yang harus dilakukan."

Keterikatan emosional antara skuad dan staf pelatih dianggap De Rossi sebagai fondasi penting bagi kesuksesan sebuah tim.

"Saya melihat kelompok pemain yang sangat terikat dengan pelatih mereka dan bagi saya itu memiliki nilai yang besar," tutur De Rossi.

De Rossi membagikan kenangan personal sewaktu masih aktif bermain bersama Gattuso saat membawa Italia meraih gelar juara dunia.

"Dia adalah salah satu teman sekamar terbaik yang pernah saya miliki. Anda selalu bisa mengandalkannya, Anda bisa tertawa bersamanya. Dia sangat fundamental di Jerman, baik di dalam maupun di luar lapangan," ujar De Rossi.

Menjelang laga di Olimpico, ia mengingatkan timnya untuk tetap mewaspadai fleksibilitas taktik dan potensi penguasaan bola yang dimiliki Lazio.

"Mereka adalah tim kuat. Gattuso adalah pelatih kuat, mereka bermain sepak bola, mampu menguasai bola dan memberikan kedalaman di lini depan," kata De Rossi.

Secara khusus, De Rossi memberikan perhatian ekstra pada pergerakan Frattesi yang dinilainya memiliki naluri mencetak gol sangat tajam.

"Di lini tengah, mereka memiliki pemain yang benar-benar unik di Serie A dalam diri Frattesi. Dia mungkin bukan playmaker terbaik, tetapi dia merupakan finisher yang lebih baik daripada banyak penyerang lain di sekitarnya," ujar De Rossi.

De Rossi menegaskan timnya telah melupakan kontroversi pada pertandingan sebelumnya dan memilih fokus memperbaiki kelemahan internal.

"Tentu setiap tim bisa dikalahkan, tetapi saya melihat tim yang sehat meski baru tersingkir dari Coppa Italia. Terutama di kandang, saya rasa tidak mudah bagi siapa pun untuk bermain seperti itu," ucap De Rossi.

Ia meminta jajaran pemain Genoa menjaga konsentrasi penuh agar mampu mengamankan poin di kandang lawan.

"Ada kekecewaan dan kemarahan, tetapi sekarang kami harus berpikiran jernih dan menganalisis apa yang bisa kami tingkatkan, bukan kesalahan orang lain," kata De Rossi.

Secara rekor pertemuan, Lazio mendominasi dengan memenangi delapan dari 10 duel terakhir melawan Genoa, termasuk kemenangan 3-2 pada pertemuan terakhir di Stadion Olimpico Januari 2026 lalu.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed