Laba Bersih BUMI Melonjak 87,4 Persen Pada Semester I 2026

Smallest Font
Largest Font

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) membukukan lonjakan laba bersih sebesar 87,4 persen menjadi US$ 72,3 juta pada semester I-2026. Pertumbuhan kinerja keuangan emiten komoditas ini ditopang oleh kenaikan produksi, efisiensi operasional, serta pemulihan harga jual rata-rata batu bara, dilansir dari Investor Daily.

Pendapatan perseroan dalam enam bulan pertama tahun 2026 mengalami peningkatan 27,9 persen mencapai US$ 866,8 juta, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya senilai US$ 677,9 juta. Di tengah kenaikan beban pokok pendapatan sebesar 26,3 persen menjadi US$ 720,8 juta, BUMI tetap mengantongi laba bruto sebesar US$ 145,9 juta.

Lonjakan operasional turut mendorong peningkatkan laba usaha BUMI hingga 50,3 persen menjadi US$ 83,1 juta. Sementara itu, laba sebelum pajak perseroan melesat 102,5 persen hingga menyentuh angka US$ 104,3 juta.

"Perbaikan tersebut juga mendorong ekspansi margin dan peningkatan profitabilitas di seluruh lini usaha," ungkap manajemen BUMI dalam keterangannya.

Efisiensi operasional dan pertumbuhan pendapatan yang konsisten memberikan dampak positif langsung pada kenaikan margin usaha perseroan menjadi 9,6 persen dari sebelumnya 8,2 persen.

"Perbaikan itu mencerminkan daya ungkit operasional yang kuat selama semester I-2026," sebut manajemen BUMI.

Adapun laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk meroket 188,4 persen menjadi US$ 58,9 juta. Lonjakan ini dipicu oleh tambahan kontribusi laba dari aset perseroan yang beroperasi di Australia.

Di pasar modal, saham BUMI ditutup menguat 4,4 persen ke level Rp 187 pada perdagangan Jumat (7/8/2026). Aktivitas transaksi yang tinggi menempatkan BUMI sebagai salah satu saham dengan volume perdagangan terbesar.

Pengamat pasar modal sekaligus pendiri Republik Investor, Hendra Wardana menilai penguatan harga saham emiten Grup Bakrie dan Grup Salim ini berpotensi berlanjut secara teknikal selama volume perdagangan tetap terjaga.

"Target teknikal terdekat BUMI berada di level Rp 200. Apabila momentum penguatan berlanjut dan didukung volume perdagangan yang tetap terjaga, target berikutnya berada di level Rp 220," ungkap Hendra dalam keterangannya, Minggu (9/8/2026).

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed